Semarang (PANTURATV.ID) - Penemuan terbaru akhirnya memecahkan misteri besar mengenai asal usul batu panah iblis yang membingungkan para ahli dunia. Selama bertahun-tahun, banyak orang bertanya-tanya tentang keberadaan deretan batu raksasa seberat 25 ton tersebut. Kemudian, penelitian dari Curtin University berhasil mengungkap lokasi asli batu prasejarah di Inggris itu. Para ahli memastikan bahwa masyarakat prasejarah sengaja membawa batu-batu tersebut dari kawasan Brimham Rocks. Lokasi batuan asli ini ternyata berjarak sekitar 18 kilometer dari situs utama Devil's Arrows. Oleh karena itu, penemuan ilmiah ini menepis teori lama mengenai batu yang terbawa gletser.
Selanjutnya, kita perlu menyadari bahwa memindahkan bongkahan batu seberat 25 ton bukanlah pekerjaan mudah. Masyarakat purba ini kemungkinan besar sudah memiliki kemampuan perencanaan yang sangat luar biasa. Meskipun demikian, ilmuwan sempat menduga bahwa mereka mengambil batu dari kawasan Plumpton Rocks terdekat. Namun, analisis geologi membuktikan bahwa karakteristik mineral batu justru cocok dengan kawasan Brimham Rocks. Artinya, mereka secara sengaja memilih sumber batuan yang jaraknya lebih jauh dan medannya lebih sulit. Fakta unik ini menimbulkan pertanyaan baru mengenai alasan sebenarnya di balik pemilihan lokasi tersebut. Apalagi, asal usul batu panah iblis ini menunjukkan adanya makna sakral bagi masyarakat prasejarah.

Sementara itu, peneliti utama, Dr. Anthony Clarke, memberikan penjelasan mendalam mengenai temuan luar biasa ini. Beliau menegaskan, "Penelitian kami menunjukkan bahwa batu-batu ini tidak sekadar diambil dari sumber terdekat yang tersedia." Menurutnya, setiap batu memerlukan sistem koordinasi serta keterampilan teknik yang sangat tinggi untuk dipindahkan. Selain itu, masyarakat prasejarah mungkin memberikan nilai spiritual tertentu pada lanskap Brimham Rocks tersebut. Mereka rela bersusah payah mengangkut beban berat demi memenuhi keyakinan atau sistem kepercayaan komunitas mereka. Oleh sebab itu, monumen bersejarah ini membuktikan kehebatan ilmu teknik peradaban kuno yang sangat menakjubkan.
Lebih lanjut, tim ilmuwan menggunakan metode inovatif untuk meneliti jejak penyusun batu raksasa ini. Mereka memakai selotip perekat khusus guna mengambil butiran mineral kecil tanpa merusak permukaan monumen. Kemudian, mereka membandingkan sidik jari mineral tersebut dengan beberapa lokasi batuan sumber yang potensial. Hasilnya secara meyakinkan menyingkirkan kemungkinan proses alami seperti pergerakan es pada zaman purba lampau. Di samping itu, para arkeolog juga menemukan indikasi keberadaan batu keempat yang sempat hilang sebelumnya. Catatan sejarah menyebutkan bahwa sisa batu keempat tersebut kemungkinan berubah bentuk menjadi salib batu kuno. Kesimpulannya, rentetan misteri peninggalan prasejarah ini perlahan mulai terkuak berkat kerja keras para peneliti modern.













