Inggris (PANTURATV.ID) Kelompok anggota Parlemen Inggris lintas partai resmi meminta pemerintah melarang suatu tayangan televisi. Mereka mendesak para menteri segera menyetop penayangan serial kartun Masha and the Bear. Pasalnya, para politisi itu menilai tayangan anak ini memuat bentuk propaganda negara Rusia. Padahal, animasi menggemaskan ini selalu sukses menarik perhatian jutaan penonton anak usia dini.
Pertama, lebih dari lima puluh anggota parlemen telah mengirimkan surat kepada Menteri Kebudayaan. Mereka menuntut pemerintah mengambil tindakan tegas guna menghentikan penayangan serial populer ini segera. Kemudian, para pejabat menyoroti pakaian karakter utama yang menyerupai seragam era Uni Soviet. Selanjutnya, karakter utama juga memakai topi polisi perbatasan yang melambangkan simbol militer Rusia. Bahkan, pihak parlemen menganggap tayangan ini secara aktif menormalisasi ikonografi militer Soviet kuno. Oleh karena itu, para wakil rakyat menolak keras penayangan kartun Masha and the Bear.

Selain itu, studio pembuat animasi juga pernah mengunggah konten kontroversial melalui media sosial. Mereka menampilkan gambar karakter utama menggunakan atribut tentara beserta sebuah jaring penangkap kupu-kupu. Sementara itu, Netflix justru baru saja memperpanjang perjanjian lisensi penayangan musim baru serialnya. Kenyataannya, konten animasi asal Rusia ini juga bebas tayang melalui saluran televisi Inggris. Akibatnya, anak-anak Inggris dapat mengakses tontonan ini melalui platform digital secara sangat mudah.

Kesimpulannya, banyak pihak menganggap serial animasi populer ini sebagai alat diplomasi budaya Rusia. Sehingga, pemerintah harus segera turun tangan merespons tuntutan pelarangan tayangan dari pihak parlemen. Akhirnya, kita hanya bisa menunggu keputusan resmi kementerian mengenai nasib serial anak ini. Masyarakat tentu mengharapkan langkah paling bijak demi melindungi anak-anak dari pengaruh buruk televisi. Mari kita terus memantau perkembangan kasus pelarangan kartun Masha and the Bear ini. Semoga pihak berwenang segera mengambil kebijakan tepat demi menjaga keamanan ruang lingkup digital.











