Semarang (PANTURATV.ID) Banyak orang menyukai cokelat sebagai camilan manis untuk menemani waktu santai mereka sehari-hari. Namun, beberapa orang belum mengetahui fakta penting mengenai kandungan kafein pada cokelat. Petani memanen biji kakao yang secara alami memiliki senyawa stimulan bernama kafein. Selain itu, bahan alami ini juga menyimpan senyawa teobromin untuk tubuh kita. Kedua senyawa ini langsung bekerja secara aktif untuk merangsang sistem saraf manusia. Peneliti medis menemukan bahwa efek teobromin ternyata lebih ringan daripada efek kafein.
Kombinasi kafein dan teobromin membuat seseorang merasa lebih berenergi setelah makan cokelat. Meskipun demikian, kadar stimulan ini tentu jauh lebih rendah daripada secangkir kopi. Sebab, secangkir kopi sanggup memberikan hingga seratus miligram kafein untuk tubuh Anda. Bahkan, para ahli nutrisi menyatakan bahwa persentase kakao sangat menentukan jumlah kafeinnya. Makin tinggi takaran padatan kakao, makin kuat pula efek stimulan bagi penikmatnya. Oleh karena itu, setiap varian cokelat di pasaran pasti memiliki efek berbeda.
Sebagai contoh, jenis cokelat hitam selalu menyimpan takaran kafein yang paling tinggi.

Departemen pertanian mencatat cokelat hitam memiliki hingga dua puluh empat miligram kafein. Sementara itu, sepotong cokelat susu hanya memiliki sekitar sembilan miligram kafein saja. Sebaliknya, varian cokelat putih sama sekali tidak membawa kandungan kafein pada cokelat. Pasalnya, pabrik pengolah cokelat putih hanya memadukan lemak kakao tanpa padatan kakao. Sehingga, Anda bisa mengonsumsi varian putih jika Anda benar-benar ingin menghindari kafein.
Walaupun jumlahnya cukup sedikit, senyawa stimulan ini tetap bisa memengaruhi sebagian orang. Khususnya, efek terjaga tersebut akan langsung muncul bagi orang yang sensitif kafein. Lebih lanjut, dampak ini makin terasa ketika Anda memakannya menjelang waktu tidur. Akibatnya, Anda mungkin saja mengalami kesulitan tidur setelah menikmati camilan manis tersebut. Oleh sebab itu, Anda selalu perlu mengecek kandungan kafein pada cokelat tersebut. Akhirnya, Anda tetap bisa menikmati camilan lezat tanpa perlu mengorbankan kualitas tidur.














