LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'
Gaya Hidup

Benarkah Makan Telur Bikin Bisulan? Simak Fakta Medis Ini!

Oleh Lilis Anggraini
16 September 2026
2 menit baca

Masyarakat sering percaya makan telur bikin bisulan, padahal para ahli kesehatan menegaskan tidak ada bukti ilmiah yang mendukung anggapan ini.

Benarkah Makan Telur Bikin Bisulan? Simak Fakta Medis Ini!

Semarang (PANTURATV.ID) - Masyarakat sering percaya anggapan bahwa makan telur bikin bisulan pada anak-anak maupun orang dewasa. Padahal, para ahli kesehatan menegaskan bahwa nutrisi telur tidak memicu kemunculan benjolan bernanah tersebut. Selain itu, belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan hubungan langsung antara konsumsi telur dan infeksi kulit. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami asal-usul benjolan bernanah ini secara medis dan akurat.

Bakteri bernama Staphylococcus aureus memegang peran utama sebagai pemicu timbulnya infeksi pada jaringan kulit. Pada kondisi normal, bakteri ini hidup tenang pada permukaan kulit manusia tanpa menimbulkan masalah kesehatan. Namun, bakteri tersebut dapat masuk memicu infeksi ketika kulit mengalami luka atau gesekan terbuka. Selanjutnya, sistem kekebalan tubuh yang lemah mempermudah bakteri berkembang biak dengan sangat cepat.

Anak-anak memang lebih sering menghadapi masalah infeksi kulit ini daripada kelompok orang dewasa. Fenomena ini berlangsung karena sistem kekebalan tubuh anak belum berkembang secara sempurna untuk melawan bakteri. Selain itu, aktivitas fisik yang tinggi sering menyebabkan luka goresan atau iritasi pada kulit anak. Kebiasaan menggaruk kulit dengan kuku kotor juga makin memperparah masuknya bakteri ke dalam jaringan. Oleh sebab itu, orang tua wajib menjaga kebersihan diri anak secara rutin setiap hari.

IMG_fd1cd6e2-1ffd-4447-b5c6-ded94852a9eb.jpg

Meskipun demikian, sebagian orang terkadang mengaitkan reaksi alergi makanan dengan kemunculan benjolan bernanah. Orang yang memiliki alergi telur tentu akan mengalami reaksi gatal, bentol, dan ruam kemerahan. Jika penderita menggaruk ruam gatal tersebut, kulit akan mengalami luka terbuka yang sangat rawan. Kondisi luka terbuka inilah yang menjadi pintu masuk bagi bakteri untuk menginfeksi kulit. Jadi, anggapan makan telur bikin bisulan hanyalah dampak tidak langsung dari kebiasaan menggaruk ruam alergi.

Kita wajib memahami bahwa reaksi alergi dan infeksi bakteri merupakan dua hal yang berbeda. Telur murni memberikan asupan protein tinggi yang sangat berguna untuk proses pertumbuhan tubuh manusia. Oleh karena itu, orang sehat tanpa riwayat alergi tidak perlu takut menyantap bahan makanan bergizi ini. Mitos bahwa makan telur bikin bisulan tidak boleh menghalangi kita dalam pemenuhan gizi harian keluarga. Kebiasaan makan sehat justru akan mendukung daya tahan tubuh secara optimal sepanjang hari.

Dengan demikian, kebersihan diri dan kekebalan tubuh memegang peranan paling krusial dalam mencegah infeksi. Masyarakat tidak perlu mempercayai anggapan mengenai makan telur bikin bisulan secara mentah-mentah. Selama masyarakat selalu menjaga kebersihan kulit dan mengonsumsi makanan secara seimbang, tubuh akan tetap sehat. Kebersihan lingkungan rumah juga turut mendukung kesehatan kulit seluruh anggota keluarga secara konsisten.

Tags

#makan telur bikin bisulan#bisulan penyebab#infeksi kulit anak#bakteri staphylococcus aureus#mitos kesehatan#nutrisi telur#kesehatan anak Semarang#fakta medis#alergi telur#kesehatan keluarga#fakta medis telur#Staphylococcus aureus#mitos makanan Indonesia#benjolan bernanah#kebersihan kulit anak

Tentang Penulis

Lilis Anggraini

Penulis

Lilis adalah jurnalis di PanturaTV yang menulis seputar olahraga/gaya hidup/berita nasional. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat dan mudah dipahami pembaca dari berbagai kalangan.

195 artikel dipublikasikan

Berita Lainnya untuk Anda

Temukan berita menarik lainnya dari berbagai kategori