Semarang (PANTURATV.ID) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat lonjakan signifikan dalam melayani mobilitas masyarakat pada akhir pekan, Jumat hingga Minggu, 4 - 6 September 2026. Kehadiran moda transportasi rel ini menjadi tumpuan utama perjalanan antarkota di tengah penyesuaian operasional sejumlah moda transportasi darat dan udara akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Selama periode tiga hari tersebut, total volume pelanggan di wilayah Daop 4 Semarang menembus angka 129.512 orang, yang terdiri atas 65.856 penumpang berangkat dan 63.656 penumpang tiba. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 5 persen dibandingkan akhir pekan sebelumnya yang mencatatkan 123.363 pelanggan.
Tinggi gelombang pergerakan masyarakat ini didominasi oleh rute lintas utara Jawa menuju ke arah barat seperti Jakarta dan Bandung, maupun ke arah timur menuju Surabaya. Lima stasiun dengan volume penumpang tertinggi di wilayah Daop 4 Semarang dipimpin oleh Stasiun Semarang Tawang yang melayani 42.112 pelanggan, melonjak 10,2 persen dari pekan sebelumnya. Posisi berikutnya disusul oleh Stasiun Semarang Poncol dengan 30.207 pelanggan, Stasiun Tegal sebanyak 16.250 pelanggan, Stasiun Pekalongan dengan 11.545 pelanggan, serta Stasiun Cepu yang mencatatkan pergerakan 6.076 pelanggan.
Sebagai tindakan korektif dan respons cepat terhadap peningkatan permintaan tiket menuju ibu kota, KAI Daop 4 Semarang mengoperasikan KA Tambahan relasi Semarang Tawang - Gambir sejak Minggu (6/9) hingga Senin (7/9). Armada tambahan ini menyediakan kapasitas ekstra hingga 570 tempat duduk. Tidak berhenti di situ, pada Senin, 7 September 2026, manajemen KAI kembali memperkuat daya tampung dengan menambah susunan kereta pada sejumlah armada penting yang melintas di wilayah Semarang, seperti KA Argo Bromo Anggrek, KA Gumarang, KA Gunung Jati, hingga KA Tegal Bahari.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen penuh untuk menjaga keandalan ekosistem transportasi publik di tengah situasi darurat pascaerupsi.
“KAI Daop 4 Semarang terus memantau perkembangan situasi dan kebutuhan mobilitas masyarakat. Penambahan kapasitas rangkaian, baik pada KA yang melintas di koridor utara maupun yang berangkat langsung dari Semarang Tawang, merupakan komitmen nyata kami untuk memastikan ketersediaan kursi serta kelancaran perjalanan masyarakat,” terangnya.
Guna memastikan keselamatan dan kelancaran operasional di tengah ancaman debu vulkanik, pihak KAI menyiagakan jajaran Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ), unit sinyal telekomunikasi, dan tim teknisi sarana di sepanjang koridor Daop 4. Tim lapangan diterjunkan untuk memastikan sistem pendingin udara (AC) serta perangkat persinyalan tetap bersih dari paparan abu vulkanik agar dapat berfungsi optimal. Luqman menjamin seluruh jalur kereta api di wilayah operasional Daop 4 Semarang berada dalam kondisi yang aman dan terkendali untuk dilintasi.
Mengingat tingginya antusiasme perjalanan, KAI mengimbau masyarakat untuk merencanakan waktu bepergian lebih awal dan memanfaatkan pemesanan tiket secara daring melalui aplikasi Access by KAI. “Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api. Dalam setiap perjalanan, KAI senantiasa menempatkan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan sebagai prioritas tertinggi,” pungkasnya.














