LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'
Gaya Hidup

Mendengar Musik Berjam-jam Pakai Earphone Ternyata Berisiko Ancam Pendengaran

Oleh Citra Mellyana Putri
8 September 2026
1 menit baca

Mendengar Musik Berjam-jam Pakai Earphone Ternyata Berisiko Ancam Pendengaran

Mendengar Musik Berjam-jam Pakai Earphone Ternyata Berisiko Ancam Pendengaran

Semarang (PANTURATV.ID) - Penggunaan earphone atau headset kini sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari gaya hidup anak muda maupun pekerja. Baik saat mendengarkan musik, menonton film, maupun melakukan rapat daring, perangkat audio ini selalu menempel rapat di telinga selama berjam-jam. Sayangnya, kenyamanan pribadi yang ditawarkan alat ini sering kali membuat penggunanya abai akan potensi bahaya penurunan fungsi pendengaran.

Suara keras yang dipancarkan langsung ke dalam lubang telinga melalui earphone memberikan tekanan gelombang yang sangat kuat pada gendang telinga. Sel-sel rambut halus di dalam koklea atau rumah siput, yang berfungsi mengubah getaran suara menjadi sinyal listrik ke otak, dapat mengalami kerusakan akibat paparan volume tinggi. Begitu sel-sel rambut halus ini rusak, jaringan tersebut tidak akan bisa meregenerasi diri secara alami kembali.

Banyak orang tidak menyadari bahwa kerusakan pendengaran akibat kebisingan ini sifatnya bertahap dan tidak langsung terasa nyeri. Gejala awal biasanya ditandai dengan munculnya suara berdengung di dalam telinga atau kesulitan mendengar percakapan di tempat yang agak ramai. Jika kebiasaan ini diteruskan tanpa ada jeda, risiko penurunan fungsi pendengaran permanen di usia muda akan semakin besar.

Selain risiko tuli bertahap, penggunaan earphone yang terlalu rapat dan lama juga menciptakan lingkungan lembap di dalam saluran telinga. Kondisi ini menjadi sarana yang sangat disukai oleh bakteri dan jamur untuk berkembang biak dengan cepat. Tidak jarang, penggunaan yang berlebihan memicu peradangan, penumpukan kotoran telinga yang mengeras, hingga infeksi telinga luar yang terasa menyakitkan.

Guna mencegah kerusakan pendengaran yang tidak bisa disembuhkan ini, prinsip pembatasan waktu dan volume harus diterapkan dengan ketat. Menggunakan aturan batas volume maksimal 60 persen dan mengistirahatkan telinga setiap 60 menit adalah cara terbaik yang bisa dilakukan. Menjaga organ pendengaran tetap sehat sangat penting agar kita tetap bisa menikmati indahnya suara hingga masa tua kelak.

Tentang Penulis

Citra Mellyana Putri

Penulis

Citra adalah jurnalis di PanturaTV yang menulis seputar olahraga/gaya hidup/berita nasional. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat dan mudah dipahami pembaca dari berbagai kalangan.

285 artikel dipublikasikan

Berita Lainnya untuk Anda

Temukan berita menarik lainnya dari berbagai kategori