Semarang (PANTURATV.ID) - Bencana erupsi gunung berapi sering meninggalkan tumpukan debu pekat di sekitar rumah warga. Oleh karena itu, masyarakat harus segera menyingkirkan material kotor tersebut dari lingkungan tempat tinggal. Banyak warga masih menggunakan sapu lidi biasa untuk menyingkirkan debu halus tersebut setiap hari. Padahal, tindakan menyapu kering justru menerbangkan partikel debu berbahaya ke udara bebas secara masif. Akibatnya, penghuni rumah berisiko tinggi menghirup debu kotor yang memicu infeksi saluran pernapasan atas. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan panduan cara membersihkan abu vulkanik secara tepat sasaran. Masyarakat perlu menerapkan metode ini demi menjaga kesehatan paru-paru anak dan seluruh anggota keluarga.
Selanjutnya, penggunaan kain lap basah menjadi solusi utama untuk mengatasi masalah debu erupsi ini. Air pada permukaan kain akan mengikat partikel debu sehingga tidak beterbangan ke udara sekitar. Dengan demikian, proses pembersihan lingkungan rumah berjalan secara lebih aman bagi kesehatan sistem pernapasan. Anda harus memahami cara membersihkan abu vulkanik ini agar anggota keluarga terhindar dari penyakit. "Orang tua wajib memakai lap basah saat membersihkan rumah dari paparan abu vulkanik," tegas perwakilan IDAI.

Beliau menambahkan bahwa aktivitas menyapu lantai kering hanya akan memperburuk kualitas udara dalam ruangan. Oleh sebab itu, warga harus menyediakan pasokan air bersih yang cukup untuk mencuci kain. Selain itu, masyarakat wajib memakai alat pelindung diri secara lengkap selama proses pembersihan berlangsung. Penggunaan masker N95 atau masker ganda sangat penting untuk menyaring partikel debu sangat halus. Kemudian, kacamata pelindung juga berfungsi mencegah iritasi mata akibat partikel silika yang cukup tajam.
Meskipun membersihkan debu terlihat sepele, keselamatan diri tetap menjadi prioritas utama bagi setiap orang. Sebaiknya, orang tua menjauhkan anak-anak dari area kotor saat proses pembersihan lantai sedang berlangsung. Anak kecil memiliki saluran pernapasan yang jauh lebih rentan terhadap serangan debu sisa erupsi. Akibatnya, paparan debu sedikit saja bisa memicu serangan asma atau batuk kronis pada anak.

Di samping itu, bersihkan permukaan benda dari posisi paling atas hingga turun ke bawah. Debu yang jatuh ke lantai basah akan lebih mudah Anda angkat menggunakan alat pel. Setelah itu, buanglah limbah debu basah tersebut ke dalam kantong plastik yang tertutup rapat. Langkah antisipasi ini mencegah material kotor kembali menyebar luas ke lingkungan sekitar tempat tinggal.
Pada akhirnya, gotong royong antarwarga sangat membantu proses pembersihan rumah menjadi jauh lebih cepat. Semua orang harus saling menjaga kondisi kesehatan tubuh setelah bencana erupsi gunung berapi mereda. Terapkan selalu anjuran medis resmi agar proses pemulihan lingkungan berjalan lancar tanpa memicu penyakit.















