Semarang (PANTURATV.ID) - Praktik merendam tubuh dalam air es atau cold plunge belakangan ini menjadi tren gaya hidup yang sangat populer di negara-negara Skandinavia dan kini menyebar luas ke seluruh dunia. Banyak pegiat olahraga dan pemengaruh media sosial membagikan momen saat mereka berendam dalam wadah berisi air bersuhu sangat dingin selama beberapa menit. Tren ini diklaim mampu mempercepat pemulihan otot, memperkuat sistem kekebalan tubuh, serta meningkatkan fokus mental bagi siapa saja yang rutin melakukannya setiap hari.
Meskipun terapi dingin memiliki tempat tersendiri dalam protokol pemulihan atlet profesional, penerapannya secara asal-asalan oleh masyarakat umum menyimpan potensi bahaya medis yang tidak sedikit. Saat tubuh manusia mendadak terpapar suhu dingin yang sangat ekstrem, sistem saraf akan merespons dengan memicu reaksi kejutan dingin atau cold shock response. Reaksi otomatis ini menyebabkan pembuluh darah menyempit secara drastis dalam waktu singkat guna mempertahankan suhu inti tubuh.
Penyempitan pembuluh darah mendadak ini memicu lonjakan tekanan darah yang sangat tinggi dan memaksa jantung untuk bekerja jauh lebih keras dari kondisi normal. Bagi individu yang memiliki riwayat penyakit kardiovaskular, atau bahkan mereka yang belum menyadari adanya kelainan pada organ jantungnya, kondisi ini dapat memicu aritmia atau detak jantung tidak teratur, serangan jantung mendadak, hingga stroke. Perubahan suhu yang ekstrem tersebut menuntut ketahanan fisik yang sangat tinggi dari organ dalam manusia.
Selain ancaman pada sistem kardiovaskular, perendaman dalam air es tanpa pengawasan yang tepat juga berisiko tinggi memicu hipotermia. Ketika suhu tubuh merosot tajam di bawah batas normal, fungsi motorik dan kesadaran seseorang akan menurun secara signifikan. Hal ini sangat berbahaya karena dapat membuat seseorang kehilangan kemampuan untuk bergerak atau keluar dari wadah es sendiri, yang pada akhirnya dapat mengarah pada risiko tenggelam atau kerusakan jaringan tubuh akibat paparan dingin.
Oleh karena itu, para dokter mengimbau masyarakat untuk tidak meniru tren terapi dingin ini secara sembarangan tanpa memahami kondisi kesehatan diri sendiri. Sebelum mencoba metode ekstrem ini, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan medis terlebih dahulu dan memastikan ada pendampingan dari ahli. Memulai pemulihan tubuh dengan metode yang lebih aman seperti mandi air biasa atau istirahat yang cukup jauh lebih bijak untuk jangka panjang.















