LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'
Gaya Hidup

Niat Hati Ingin Detoks, Tren Minum Karbon Aktif Justru Mengincar Kesehatan Organ

Oleh Citra Mellyana Putri
2 September 2026
2 menit baca

Niat Hati Ingin Detoks, Tren Minum Karbon Aktif Justru Mengincar Kesehatan Organ

Niat Hati Ingin Detoks, Tren Minum Karbon Aktif Justru Mengincar Kesehatan Organ

Semarang (PANTURATV.ID) - Beberapa tahun terakhir, tren mengonsumsi arang aktif atau activated charcoal sempat begitu populer di kawasan Amerika Utara dan Eropa. Banyak pemengaruh di media sosial mempromosikan minuman berwarna hitam ini sebagai solusi cepat untuk membersihkan racun dari dalam tubuh. Penjualannya merambah cepat ke berbagai produk konsumsi harian, mulai dari jus segar, es krim, hingga roti instan. Sayangnya, banyak orang tergiur oleh jargon detoksifikasi tanpa memahami betul mekanisme kerja zat tersebut di dalam organ pencernaan.

Konsep utama yang diusung oleh tren ini adalah kemampuan arang dalam mengikat zat asing sebelum diserap oleh tubuh. Dalam dunia medis murni, zat ini memang digunakan di instalasi gawat darurat untuk menangani pasien yang mengalami keracunan akut atau overdosis obat tertentu. Namun, penggunaannya di luar pengawasan medis yang ketat justru memicu risiko kesehatan yang cukup serius. Arang aktif tidak memiliki kemampuan selektif untuk membedakan mana senyawa racun dan mana nutrisi penting yang dibutuhkan oleh organ tubuh manusia.

Risiko terbesar dari kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman berarang ini terletak pada efek sampingnya terhadap penyerapan gizi harian. Zat aktif tersebut akan mengikat vitamin, mineral, serta zat besi yang ada di dalam saluran pencernaan, lalu membuangnya keluar tubuh sebelum sempat diserap. Akibatnya, orang yang rutin mengonsumsi sajian ini dalam jangka panjang justru berisiko tinggi mengalami defisiensi nutrisi. Kondisi ini secara perlahan dapat menurunkan daya tahan tubuh dan mengganggu metabolisme harian.

Masalah lain yang tak kalah berbahaya adalah interaksi arang aktif dengan obat-obatan medis rutin. Bagi seseorang yang sedang menjalani pengobatan berkala, seperti mengonsumsi obat tekanan darah atau suplemen harian, arang aktif akan menetralkan fungsi obat tersebut. Zat kimia dari obat yang seharusnya masuk ke aliran darah justru ikut terserap oleh arang dan terbuang sia-sia. Hal ini tentu sangat membahayakan keselamatan jiwa pasien karena penyakit utamanya tidak tertangani dengan baik.

Melihat fakta medis tersebut, para ahli kesehatan di berbagai negara mengimbau masyarakat untuk tidak mudah tergiur oleh tren detoks instan. Tubuh manusia sebenarnya sudah memiliki sistem pembersihan racun alami yang sangat efektif melalui organ hati dan ginjal. Menjaga pola makan gizi seimbang serta mencukupi kebutuhan air putih harian jauh lebih aman dan terbukti ampuh menjaga kesehatan organ dalam, ketimbang mengikuti tren diet ekstrem yang berisiko merusak sistem pencernaan.

Tentang Penulis

Citra Mellyana Putri

Penulis

Citra adalah jurnalis di PanturaTV yang menulis seputar olahraga/gaya hidup/berita nasional. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat dan mudah dipahami pembaca dari berbagai kalangan.

275 artikel dipublikasikan

Berita Lainnya untuk Anda

Temukan berita menarik lainnya dari berbagai kategori