Semarang (PANTURATV.ID) - Tren gaya hidup mouth taping atau melakban mulut saat tidur malam kini sedang digandrungi oleh sebagian masyarakat di Amerika Serikat dan Eropa. Tren ini mengklaim bahwa memaksa tubuh untuk bernapas sepenuhnya melalui hidung saat tidur dapat mencegah ngorok, memperbaiki bentuk rahang, hingga meningkatkan kualitas tidur secara keseluruhan. Banyak orang kemudian tergiur untuk mencoba metode sederhana ini dengan harapan bisa bangun tidur dalam kondisi tubuh yang lebih segar dan fit pada pagi harinya.
Namun, di balik klaim yang menggiurkan tersebut, para dokter spesialis pernapasan dan tidur justru mengeluarkan peringatan keras mengenai bahaya tersembunyi dari praktik ini. Menutup saluran pernapasan mulut secara paksa menggunakan selotip atau plester dapat menjadi hal yang sangat berbahaya, terutama bagi individu yang memiliki masalah saluran pernapasan tanpa disadari. Ketika saluran hidung tersumbat di tengah malam, tubuh tidak memiliki jalur cadangan untuk mengambil oksigen karena mulut terhalang oleh plester.
Risiko paling fatal dari kebiasaan ini mengintai mereka yang mengidap gangguan sleep apnea atau penyempitan saluran napas saat tidur. Kondisi tersebut menyebabkan penderita sering berhenti bernapas sejenak sewaktu tidur pulas. Jika mulut dalam kondisi terlakban, tubuh akan mengalami penurunan kadar oksigen secara drastis atau hipoksia yang berpotensi memicu serangan jantung mendadak, stroke, hingga komplikasi fatal lainnya di tengah malam tanpa ada sinyal peringatan yang cukup.
Selain ancaman kegagalan pernapasan, penggunaan bahan perekat pada kulit wajah juga dapat memicu masalah medis sekunder yang mengganggu. Kulit di sekitar area bibir memiliki tekstur yang sangat sensitif sehingga penggunaan plester secara rutin berisiko tinggi memicu iritasi berat, reaksi alergi, hingga ruam kemerahan. Bahaya lain yang tak kalah serius adalah risiko tersedak jika seseorang mendadak mengalami muntah saat tidur, karena saluran mulut yang terkunci rapat dapat membuat muntahan kembali masuk ke paru-paru.
Para ahli menyarankan agar masyarakat yang mengalami masalah tidur atau kebiasaan mengorok sebaiknya berkonsultasi langsung dengan dokter untuk menemukan penyebab utamanya. Masalah pernapasan saat tidur biasanya disebabkan oleh faktor anatomis, posisi tidur yang salah, atau gangguan kesehatan tertentu yang memerlukan penanganan medis tepat. Menutup mulut dengan perekat bukanlah solusi instan yang aman, melainkan tindakan berisiko tinggi yang dapat membahayakan keselamatan jiwa penggunanya.















