LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'
Gaya Hidup

Menghindari Kesalahan Fatal dalam Diet, Panduan Menuju Berat Badan Ideal yang Sehat dan Permanen

Oleh Lilis Anggraini
9 Juli 2026
3 menit baca

Dr. Rohini Patil, pakar gizi dari Nutracy Lifestyle, mengungkapkan lima kesalahan fatal dalam diet yang sering dialami wanita, termasuk pemangkasan kalori ekstrem dan mengabaikan asupan protein.

Menghindari Kesalahan Fatal dalam Diet, Panduan Menuju Berat Badan Ideal yang Sehat dan Permanen

Semarang (PANTURATV.ID) - Memulai program penurunan berat badan biasanya diiringi dengan motivasi yang sangat tinggi. Sayangnya, antusiasme ini acap kali berujung pada penerapan metode diet yang kurang tepat. Alih-alih mendapatkan bentuk tubuh impian secara permanen, banyak wanita justru terjebak dalam siklus diet yoyo atau bahkan mengalami stagnasi.
Dr. Rohini Patil, seorang pakar gizi ternama sekaligus pendiri Nutracy Lifestyle, membagikan pandangannya mengenai fenomena ini. Berdasarkan pengalamannya menangani pasien—khususnya wanita dengan kondisi kesehatan spesifik seperti Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS), gangguan kelenjar tiroid, hingga resistensi insulin—terdapat lima pola kesalahan berulang yang sering menjadi batu sandungan dalam perjalanan diet mereka.

Berikut adalah uraian dari kelima kesalahan tersebut beserta cara memperbaikinya:

  • Pemangkasan Kalori Ekstrem Demi Hasil Kilat

Dampaknya tidak berhenti di situ, pembatasan kalori yang kelewat batas akan membuat Anda merasa kelaparan terus-menerus, memicu penyusutan massa otot yang berharga, mengacaukan sistem keseimbangan hormon, dan menyebabkan kelelahan kronis. Kunci utama dari diet yang sukses adalah pemenuhan gizi yang proporsional agar organ tubuh tetap berfungsi optimal, bukan penyiksaan diri.

  • Mengabaikan Asupan Protein Harian
Desain-tanpa-judul-9-768x512.png

Makronutrien ini juga berperan aktif dalam menstabilkan lonjakan gula darah dan memperbaiki fungsi metabolik. Dr. Patil sangat merekomendasikan agar setiap porsi hidangan mengandung sumber protein berkualitas, seperti tempe, tahu, telur, ikan, dada ayam, kacang-kacangan, yogurt, ataupun susu rendah lemak.

  • Terkecoh Label "Sehat" pada Produk Olahan

Daripada bergantung pada produk olahan kemasan, sangat disarankan untuk mengalihkan pilihan pada whole foods atau makanan utuh yang belum mengalami proses pengolahan pabrik. Memperbanyak konsumsi sayuran segar, buah-buahan, biji-bijian utuh, dan sumber protein alami akan jauh lebih aman dan bersahabat bagi program nutrisi Anda.

  • Mengesampingkan Waktu Tidur dan Manajemen Stres

Hormon stres inilah yang sering kali menjadi dalang di balik rasa ngidam makanan manis dan tinggi lemak, serta secara spesifik mendorong penumpukan lemak di area perut (lemak visceral).
Di sisi lain, kurangnya waktu tidur malam dapat mengacaukan regulasi hormon pengatur rasa lapar dan kenyang. Akibatnya, sinyal tubuh menjadi berantakan sehingga Anda cenderung makan lebih kalap dan berlebihan di keesokan harinya.

  • Terobsesi pada Penurunan Angka Timbangan secara Instan

Pendekatan yang dilakukan secara bertahap—meliputi nutrisi seimbang, aktivitas fisik yang teratur, istirahat cukup, dan ekspektasi yang realistis—terbukti jauh lebih sehat dan mudah dipertahankan seumur hidup.

Tags

#diet sehat#penurunan berat badan#kesalahan diet#panduan diet#Dr. Rohini Patil#PCOS#asupan protein#metabolisme#Semarang#gizi#nutrisi seimbang#protein diet#diet yoyo#kesehatan wanita#panduan diet permanen

Tentang Penulis

Lilis Anggraini

Penulis

Belum ada bio untuk penulis ini.

8 artikel dipublikasikan

Berita Lainnya untuk Anda

Temukan berita menarik lainnya dari berbagai kategori