LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'
Olahraga

Bayang-Bayang Skorsing di Perempat Final Piala Dunia 2026, 17 Pemain Terancam Absen di Semifinal

Oleh Lilis Anggraini
9 Juli 2026
3 menit baca

Sebanyak 17 pemain dari delapan negara perempat finalis Piala Dunia 2026 berada di ambang hukuman skorsing akibat akumulasi kartu kuning. Satu pelanggaran lagi di babak perempat final akan membuat mereka harus absen di semifinal. .

Bayang-Bayang Skorsing di Perempat Final Piala Dunia 2026, 17 Pemain Terancam Absen di Semifinal

Semarang (PANTURATV.ID) - Babak perempat final Piala Dunia 2026 tidak hanya menyajikan tensi tinggi dalam perebutan tiket menuju empat besar, tetapi juga membawa ketegangan ekstra bagi sejumlah pilar utama tiap negara. Selain harus berjuang memenangkan pertandingan, ancaman sanksi akibat akumulasi kartu kuning kini membayangi para pemain.

Tercatat, ada 17 pemain dari delapan negara yang saat ini berada di ujung tanduk. Satu saja pelanggaran yang berbuah kartu kuning di babak perempat final ini, maka mereka harus mengubur mimpi untuk tampil di babak semifinal jika timnya berhasil lolos. Dilema ini tentu menambah kerumitan taktik di atas lapangan. Para pemain dituntut untuk memberikan performa maksimal dan agresif demi kemenangan, namun di saat yang bersamaan mereka harus ekstra waspada agar terhindar dari catatan wasit.

Aturan kedisiplinan FIFA terkait kartu kuning kembali menjadi topik perbincangan hangat. Banyak penggemar sepak bola khawatir para bintang idola mereka harus absen di laga krusial semifinal hanya karena masalah akumulasi.
Berdasarkan regulasi resmi turnamen, sistem perhitungan kartu kuning sebenarnya telah diulang dari nol (pemutihan) setelah fase grup berakhir. Akan tetapi, penghapusan kartu untuk fase gugur baru akan diberlakukan secara total setelah babak perempat final usai.

Artinya, jika seorang pemain menerima total dua kartu kuning dalam rentang waktu antara babak 32 besar hingga perempat final, ia secara otomatis akan dijatuhi hukuman larangan bertanding sebanyak satu laga. Hukuman inilah yang nantinya akan dieksekusi tepat pada babak semifinal. Meskipun keputusan kedisiplinan FIFA di sepanjang turnamen ini kerap memicu perdebatan, aturan akumulasi ini bersifat mutlak dan mengikat bagi seluruh tim peserta. Sejauh ini, memang belum ada pemain yang absen di perempat final karena akumulasi, namun 17 nama kini hanya berjarak satu kartu dari skorsing.

Daftar Negara dan Pemain yang Berada di Ambang Sanksi. Setiap negara perempat finalis memiliki risiko kehilangan pemain dengan tingkat yang bervariasi. Berikut adalah rinciannya:

  • Maroko (4 Pemain): Tim Singa Atlas menjadi negara dengan risiko tertinggi. Saat berhadapan dengan Prancis nanti, empat pemain mereka yakni Achraf Hakimi, Issa Diop, Redouane Halhal, dan Bilal El Khannouss dituntut untuk bermain lebih berhati-hati agar tidak merugikan tim.
  • Inggris (4 Pemain): Setali tiga uang dengan Maroko, skuad Three Lions juga memiliki empat pilar yang terancam. Declan Rice, Jude Bellingham, Marc Guéhi, dan Nico O'Reilly wajib menjaga kedisiplinan mereka saat bersua Norwegia.
  • Swiss (3 Pemain): Menjelang laga berat melawan Argentina, tiga pemain Swiss yaitu Granit Xhaka, Denis Zakaria, dan Miro Muheim harus mampu meredam emosi mereka agar tidak menerima kartu tambahan.
  • Prancis (2 Pemain): Kubu Les Bleus memiliki Michael Olise dan Manu Kone dalam daftar kuning. Menariknya, pihak Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) dikabarkan tengah berupaya mengajukan banding atas kartu kuning yang diterima Olise di laga sebelumnya melawan Paraguay.
library_upload_24_2026_06_1280x720_frances-michael-olis_fc46b37.jpg

Pemain Tunggal dari Negara Lainnya
Sementara itu, empat negara lainnya masing-masing memiliki satu nama yang masuk dalam daftar kewaspadaan:

Gonzalo Montiel (Argentina),Ferran Torres (Spanyol), Antonio Nusa (Norwegia)
Brandon Mechele (Belgia). Dampak absennya keempat nama terakhir ini diprediksi berbeda-beda bagi timnya. Montiel dan Ferran Torres kemungkinan besar tidak akan tampil sebagai starter di perempat final. Di kubu Norwegia, Antonio Nusa juga berpeluang besar memulai laga dari bangku cadangan, mengingat posisi utamanya saat ini sedang diisi oleh Andreas Schjelderup yang tampil sangat memukau di babak sebelumnya.

Namun, situasi ini sangat krusial bagi Belgia. Brandon Mechele, bek veteran berusia 33 tahun yang mendapat kartu kuning saat melanggar Ismaila Sarr di babak 32 besar, adalah sosok palang pintu andalan tim. Jika ia sampai terkena kartu kuning lagi, absennya Mechele di semifinal akan menjadi kerugian besar bagi lini pertahanan skuad Setan Merah.

Tags

#Piala Dunia 2026#perempat final#kartu kuning#skorsing#semifinal#regulasi FIFA#Maroko#Inggris#ancaman sanksi#akumulasi kartu#pemain terancam#sepak bola

Tentang Penulis

Lilis Anggraini

Penulis

Belum ada bio untuk penulis ini.

8 artikel dipublikasikan

Berita Lainnya untuk Anda

Temukan berita menarik lainnya dari berbagai kategori