LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'
Breaking News

Pemkab Gorontalo Gandeng Pengelola MAJT Semarang Matangkan TOR Pembangunan GIC

Oleh Citra Mellyana Putri
9 Juli 2026
2 menit baca

Pemkab Gorontalo Gandeng Pengelola MAJT Semarang Matangkan TOR Pembangunan GIC

Pemkab Gorontalo Gandeng Pengelola MAJT Semarang Matangkan TOR Pembangunan GIC

Semarang (PANTURATV.ID) - Langkah besar tengah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo untuk mewujudkan impian memiliki pusat peradaban Islam yang monumental. Demi mematangkan rencana pembangunan Gorontalo Islamic Center (GIC), jajaran pemerintah kabupaten yang dipimpin langsung oleh Kepala Daerah periode 2025–2030, Gusnar Ismail, menggelar kunjungan kerja sekaligus studi banding ke Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Kota Semarang pada Rabu (8/7/2026).

Bukan tanpa alasan MAJT dipilih sebagai destinasi utama. Masjid kebanggaan warga Jawa Tengah ini telah lama dikenal bukan sekadar tempat ibadah ritual, melainkan episentrum dakwah, pemberdayaan ekonomi umat, dan pelayanan sosial yang sukses di kancah nasional. Melalui dialog interaktif bersama Pimpinan Pengelola MAJT, rombongan dari Gorontalo membedah empat pilar utama yang menjadi rahasia sukses pengelolaan masjid, mulai dari arsitektur, filosofi, manajemen, hingga jaringan bisnis.

Dari sisi fisik, rombongan mengagumi kemegahan arsitektur MAJT yang memadukan corak Jawa, Arab, dan Romawi secara harmonis. Namun, fokus utama mereka bukan cuma estetika visual. Pemkab Gorontalo lebih banyak menggali kesiapan teknis jangka panjang, seperti tata ruang yang ramah jemaah, pengelolaan lanskap, hingga adopsi teknologi modern layaknya payung hidrolik raksasa agar GIC nantinya mampu menampung aktivitas publik dalam skala masif.

Gusnar Ismail menegaskan bahwa GIC harus memiliki fondasi filosofis yang kuat. Desainnya kelak akan mengunci nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Gorontalo, namun tetap selaras dengan nilai-nilai universal Islam. Harapannya, GIC tidak hanya menjadi simbol kebanggaan daerah, tetapi juga memicu rasa kepemilikan yang tinggi bagi seluruh masyarakat di kawasan Indonesia Timur.

Selain urusan fisik dan estetika, tata kelola organisasi menjadi poin krusial yang dibahas. Rombongan mempelajari bagaimana manajemen MAJT mengelola koordinasi lintas sektoral secara transparan dan akuntabel. Satu hal yang menarik perhatian adalah pemanfaatan dakwah digital modern, termasuk produksi siaran langsung TV dakwah secara profesional yang dinilai sangat strategis untuk ditiru oleh GIC dalam mengedukasi publik kelak.

Kemapanan finansial MAJT juga menjadi inspirasi penting. Masjid ini terbukti mampu membangun kemandirian ekonomi tanpa terus-menerus bergantung pada APBD. Rahasianya ada pada ekosistem keuangan yang sehat, hasil kolaborasi apik dengan badan amil zakat serta kemitraan strategis bersama sektor swasta. Konsep pengelolaan unit usaha produktif inilah yang akan diadopsi untuk memastikan roda ekonomi GIC bisa berputar secara mandiri dan berkelanjutan.

Kunjungan kerja ini tidak mandek di meja diskusi. Gusnar Ismail bersama jajarannya langsung turun ke lapangan untuk meninjau titik-titik vital di kawasan MAJT guna melihat langsung operasional harian di sana. Hasil dari studi banding ini nantinya akan langsung dituangkan ke dalam dokumen perencanaan (TOR) pembangunan, dengan harapan Gorontalo Islamic Center kelak lahir sebagai lembaga publik yang transformatif, berkarakter, dan siap melayani umat secara optimal.

Tentang Penulis

Citra Mellyana Putri

Penulis

Belum ada bio untuk penulis ini.

55 artikel dipublikasikan

Berita Lainnya untuk Anda

Temukan berita menarik lainnya dari berbagai kategori