Semarang (PANTURATV.ID) - Air putih memiliki peran sangat penting untuk menjaga tubuh agar tetap sehat. Karena itu, setiap orang tua wajib memahami kebutuhan air putih anak harian. Sayangnya, banyak anak lupa minum saat mereka sedang asyik bermain hampir seharian. Akibatnya, tubuh mereka kekurangan cairan dan mereka berisiko tinggi mengalami kondisi dehidrasi.
Tubuh manusia membutuhkan cairan untuk menjalankan berbagai fungsi penting pada setiap hari. Selain itu, air membantu pergerakan usus dan mencegah risiko infeksi saluran kemih. Bahkan, air putih juga bekerja sangat efektif untuk menjaga suhu tubuh normal. Selanjutnya, tubuh anak memproduksi banyak keringat saat mereka bermain di lingkungan panas. Oleh sebab itu, anak memerlukan asupan cairan ekstra agar suhu tubuh stabil. Lagipula, ginjal bekerja menyaring racun dari dalam tubuh menggunakan bantuan air minum.
Berdasarkan panduan resmi Rady Children's Health, anak usia 1 tahun memerlukan sekitar 1 gelas (237 ml) air per hari, lalu takaran ini bertambah menjadi 2 gelas (474 ml) untuk usia 2 tahun, 3 gelas (711 ml) untuk usia 3 tahun, dan 4 gelas (948 ml) untuk usia 4 tahun. Selanjutnya, anak usia 5 tahun membutuhkan 5 gelas (1,2 liter), usia 6 tahun memerlukan 6 gelas (1,4 liter), serta usia 7 tahun menghabiskan 7 gelas (1,7 liter) air harian. Kemudian, anak usia 8 dan 9 tahun ke atas mengonsumsi sekitar 8 gelas air atau setara 1,9 liter setiap hari.

Namun, angka ini hanya berlaku sebagai panduan umum bagi seluruh orang tua. Lebih lanjut, takaran ini belum menghitung asupan cairan dari susu atau jus. Anak yang aktif bergerak pasti memerlukan jumlah air minum yang lebih banyak. Begitu pula, cuaca panas memicu anak untuk meminum cairan dalam porsi ekstra. Oleh karena itu, orang tua harus selalu membawa botol minum saat bepergian. Sebagai tambahan, orang tua harus memperhatikan berat badan ketika anak mulai remaja. Misalnya, remaja dengan berat 56 kilogram memerlukan delapan gelas air setiap hari.
Kemudian, bayi berusia di bawah 6 bulan belum memerlukan tambahan air putih. Mereka mendapatkan seluruh asupan cairan harian melalui ASI atau susu formula ibu. Setelah anak berusia 6 bulan, ayah dan ibu boleh mulai mengenalkan air. Walaupun demikian, ASI tetap menjadi sumber cairan utama hingga bayi berusia setahun. Kesimpulannya, orang tua wajib terus memantau kebutuhan air putih anak setiap waktu. Langkah ini membantu mereka tetap sehat untuk memenuhi kebutuhan air putih anak. Pada akhirnya, tubuh yang kuat bermula dari kebiasaan minum air yang baik.














