Jakarta (PANTURATV.ID) - Jonatan Christie akan segera menjadi pebulu tangkis nomor satu dunia pekan depan. Keberhasilan gemilang ini sekaligus menuntaskan kerinduan mendalam bagi pecinta olahraga bulu tangkis nasional. Masyarakat tidak pernah lagi melihat pemain menempati posisi teratas selama dua puluh enam tahun. Saat ini, pria kelahiran Jakarta tersebut menempati peringkat tiga klasemen dunia secara resmi. Federasi Bulu Tangkis Dunia mencatat bahwa dia telah mengumpulkan total 89.231 poin krusial. Oleh karena itu, sosok andalan tunggal putra Indonesia ini mencetak sejarah yang sangat membanggakan. Selanjutnya, lelaki berusia dua puluh delapan tahun itu memiliki selisih poin sangat tipis. Dia hanya berjarak sekitar lima ribu poin dari peringkat pertama bernama Shi Yu Qi.
Namun sayangnya, pebulu tangkis asal China tersebut mengalami hasil buruk pada turnamen kali ini. Shi Yu Qi menelan kekalahan menyakitkan dari wakil India bernama Ayush Shetty baru-baru ini. Akibatnya, pesaing terberat tersebut harus terhenti secara tragis pada babak enam puluh empat besar. Sementara itu, pemain peringkat dua dunia asal Thailand bernama Kunlavut Vitidsarn juga gugur cepat.

Bahkan, nasib serupa juga menimpa peringkat empat dunia bernama Anders Antonsen dari negara Denmark. Pesaing tangguh ini tumbang pada babak enam puluh empat besar secara mengejutkan para penonton. Selain itu, Chou Tien Chen asal Taiwan juga gagal melaju menuju babak final turnamen. Oleh sebab itu, kondisi menguntungkan ini membuka jalan mulus bagi kemajuan Jonatan Christie sekarang.
"Jojo memang mencetak sejarah baru sebagai pemain nomor satu dunia di era perhitungan modern," ungkap perwakilan Badminton Talk. Dengan demikian, rentetan kekalahan pesaing membuat posisi Jonatan melesat tajam ke puncak klasemen dunia.

Meskipun Jonatan hanya mencapai babak enam belas besar, dia tetap mendapatkan banyak keuntungan besar. Bahkan, pria berbakat ini segera menempati peringkat satu dunia dengan koleksi 87.631 poin nanti. Pencapaian luar biasa ini membuat dia resmi mengikuti jejak legenda bulu tangkis Taufik Hidayat.
Taufik Hidayat merupakan pahlawan tunggal putra Indonesia terakhir yang memuncaki klasemen pada Agustus 2000. Kesimpulannya, pencapaian fantastis ini tentu akan memberikan suntikan motivasi bagi atlet muda masa depan. Mereka kini memiliki tokoh inspiratif baru untuk terus berprestasi mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.












