Semarang (PANTURATV.ID) - Menyantap makanan manis atau camilan tambahan usai menyelesaikan santapan utama sering kali menjadi kebiasaan yang sulit dihentikan. Dorongan kuat untuk terus mengonsumsi kudapan, yang populer dengan istilah craving, dapat menjadi kendala besar bagi seseorang yang sedang berupaya menjaga berat badan maupun menerapkan pola hidup sehat. Jika kebiasaan ini dibiarkan terus menerus, target kecukupan gizi yang seimbang tentu akan sulit dicapai dan berpotensi memicu timbulnya berbagai masalah kesehatan jangka panjang.
Menurut penjelasan dari seorang dokter spesialis gizi klinik, dr Igus Ulfa Yaze, kecenderungan untuk memburu makanan manis sehabis makan umumnya timbul karena pola kebiasaan yang berulang. Ketika tubuh dan otak sudah terbiasa mendapatkan asupan manis setelah makan, menghentikannya secara mendadak dapat membuat seseorang merasa ada sesuatu yang kurang. Hal tersebut tidak hanya memicu keinginan ngemil yang terus-menerus, tetapi juga berpotensi memengaruhi suasana hati menjadi kurang menyenangkan.
Untuk memutus siklus kecanduan tersebut, langkah utama yang perlu dilakukan adalah menata ulang komposisi makanan dalam porsi makan harian. Salah satu panduan praktis yang ditawarkan adalah menerapkan metode piring makan dengan pola pembagian tertentu. Dalam metode ini, piring diatur sedemikian rupa sehingga membentuk pembagian tiga area utama yang proporsional.
Area pertama mencakup setengah dari total ukuran piring dan dikhususkan untuk sayuran serta buah-buahan yang kaya akan serat. Area kedua mengisi seperempat piring di sisi bawah dengan asupan protein tinggi, baik dari sumber nabati seperti tahu dan tempe, maupun sumber hewani seperti telur, ayam, atau ikan. Sementara itu, area ketiga yang berada di sisa seperempat piring diisi oleh sumber karbohidrat kompleks maupun sederhana seperti nasi, kentang, atau ubi.
Penerapan komposisi makanan ini menekankan pentingnya kecukupan gizi berupa serat dan protein dalam porsi makan utama. Kombinasi serat serta protein membutuhkan waktu pemrosesan yang lebih lama di dalam sistem pencernaan manusia. Proses pencernaan yang berlangsung bertahap ini secara alami mempertahankan rasa kenyang lebih lama, sehingga mampu menahan keinginan tubuh untuk kembali memburu makanan manis atau kudapan tambahan setelah makan.
Pengaturan susunan nutrisi yang tepat pada piring makan, khususnya dengan memperbanyak porsi serat dan protein, merupakan langkah paling efektif untuk mengendalikan dorongan ngemil pascamakan serta menjaga kestabilan energi tubuh sepanjang hari.














