Semarang (PANTURATV.ID) - Masyarakat saat ini semakin menyukai aneka hidangan penutup berwarna ungu yang cantik. Banyak orang sering mengira ube hanyalah nama lain dari ubi ungu biasa. Padahal, anggapan umum tersebut ternyata sangat tidak tepat bagi dunia kuliner. Anda harus memahami beda ube dan ubi ungu sebelum mulai mengolah bahan tersebut. Keduanya jelas berasal dari jenis tanaman yang sama sekali tidak sama. Ube memiliki nama ilmiah Dioscorea alata dan termasuk kelompok umbi dari genus Dioscorea. Sementara itu, ubi ungu merupakan salah satu varietas unggulan dari ubi jalar.
Selanjutnya, beda ube dan ubi ungu juga terlihat pada penampilan fisik kulitnya. Ube memiliki kulit cokelat yang sangat tebal, kasar, dan menyerupai kulit kayu. Bentuk umbi ini cenderung lonjong dengan ukuran fisik yang lumayan cukup besar. Di sisi lain, ubi ungu memamerkan kulit yang jauh lebih tipis dan halus. Pada bagian dalam, daging ube umumnya memancarkan warna ungu muda hingga cerah. Sedangkan ubi ungu menampilkan warna pekat dan menjadi gelap setelah Anda memasaknya.

"Banyak orang tertipu warna luar, padahal rasa dan tekstur keduanya sangat berbeda jauh," ungkap seorang ahli gizi kuliner. Selain itu, karakter rasa dan aroma keduanya juga menyimpan keunikan tersendiri.
Ube menawarkan cita rasa lembut dengan aroma khas yang sangat menyerupai vanila. Oleh karena itu, para koki sering menjadikan ube sebagai bahan utama kue basah. Sementara itu, ubi ungu menyajikan rasa manis sederhana yang sangat khas ubi jalar. Aromanya tentu tidak seharum ube ketika Anda menghirupnya dari jarak yang dekat. Bahkan, tekstur kedua bahan ini saat koki mengolahnya juga menunjukkan perbedaan mencolok. Ube cenderung lebih padat, sangat lembap, dan terasa lembut di dalam mulut.

Sebaliknya, ubi ungu memiliki tekstur lebih ringan dan sedikit berair setelah proses perebusan. Anda cukup menumbuknya dengan mudah layaknya membuat hidangan kentang tumbuk yang lezat. Oleh sebab itu, para pembuat kue tidak selalu bisa saling menggantikan bahan keduanya. Meskipun begitu, kedua bahan pangan ini sama-sama mengandung antosianin yang sangat menyehatkan tubuh.
Zat pigmen alami tersebut berperan aktif sebagai antioksidan untuk senantiasa melindungi sel manusia. Dengan demikian, Anda tetap mendapatkan asupan karbohidrat bernutrisi sehat dari kedua umbi tersebut. Kesimpulannya, Anda sebaiknya selalu mencermati buku resep sebelum mulai memasak hidangan manis favorit.













