LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'
Gaya Hidup

Bukan Sekadar untuk Otot, Ternyata Ini Peran Protein bagi Kesehatan Otak

Oleh Azizah Nafiu
3 September 2026
2 menit baca

Protein memiliki peran vital bagi kesehatan otak karena menyediakan asam amino untuk produksi neurotransmiter seperti dopamin dan serotonin. Kekurangan asupan protein dapat menyebabkan perubahan suasana hati, penurunan konsentrasi, dan kabut otak yang berdampak serius pada fungsi kognitif jangka panjang.

Bukan Sekadar untuk Otot, Ternyata Ini Peran Protein bagi Kesehatan Otak

Semarang (PANTURATV.ID) - Selama ini masyarakat sering mengaitkan konsumsi protein dengan pembentukan otot tubuh. Nutrisi ini rupanya juga memiliki peran protein bagi kesehatan otak yang sangat vital setiap hari. Otak manusia sangat membutuhkan pasokan asam amino secara konsisten untuk menjaga kinerja kognitif secara maksimal. Oleh karena itu, kita tidak boleh meremehkan jumlah asupan gizi harian yang masuk ke tubuh. Para ahli kesehatan terus mengingatkan pentingnya diet seimbang bagi kestabilan emosi dan mental setiap individu.

Selain itu, protein berfungsi memproduksi berbagai bahan kimia penting di dalam sistem saraf pusat. Ahli gizi Judy Chodirker sangat menekankan peran protein bagi kesehatan otak dalam memproduksi senyawa kimia. "Protein dari makanan kita memainkan peran penting dalam kesehatan otak karena menyediakan asam amino," kata Judy. Dengan demikian, tubuh bisa terus menghasilkan neurotransmiter seperti dopamin dan serotonin secara optimal sepanjang hari. Suasana hati dan tingkat fokus kita pasti akan selalu terjaga dengan sangat baik setiap saat.

Namun, kekurangan asupan gizi ini bisa memicu berbagai masalah serius bagi fungsi kognitif manusia. Seseorang mungkin akan mengalami perubahan suasana hati secara drastis setiap harinya akibat kurang asupan gizi. Rasa lapar dan keinginan menyantap camilan manis juga akan meningkat pesat secara tidak pernah terkendali. Di sisi lain, kemampuan konsentrasi menurun tajam sehingga orang sering mengalami kondisi kabut otak harian.

ilustrasi-protein-hewani_169.jpeg

Tubuh manusia pasti membutuhkan asupan harian berkualitas tinggi secara konsisten tanpa jeda waktu yang lama. Langkah tersebut mampu mencegah penyusutan otot sekaligus menjaga kecepatan daya pikir manusia secara menyeluruh. Selanjutnya, dampak jangka panjang dari krisis gizi ini tentu jauh lebih berbahaya bagi kesehatan kita. Ketika masalah kekurangan nutrisi berlangsung selama bertahun-tahun, kerusakan sistem saraf bisa berubah menjadi sangat parah.

Pakar kesehatan sangat menyoroti pentingnya konsistensi dalam mengatur pola makan bergizi setiap hari secara mandiri. "Ketika kuantitas atau kualitas protein tidak memadai, tubuh kekurangan bahan yang diperlukan," tegas Olivia Hamilton. Oleh karena itu, kita semua harus mulai memperhatikan kembali menu makanan yang rutin tersaji harian. Menjaga asupan gizi berarti kita sedang menabung kesehatan untuk masa tua yang jauh lebih bahagia.

Tags

#protein untuk kesehatan otak#asam amino neurotransmiter#Semarang kesehatan#gizi seimbang otak#dopamin serotonin#nutrisi kognitif#diet kesehatan mental#Judy Chodirker#Olivia Hamilton#kabut otak#asupan protein harian#kesehatan sistem saraf#protein kesehatan otak#asam amino#neurotransmiter dopamin serotonin#diet seimbang#kesehatan mental#Semarang#Jawa Tengah#gizi seimbang#kesehatan saraf pusat#Pantura

Tentang Penulis

Azizah Nafiu

Penulis

Azizah adalah jurnalis di PanturaTV yang menulis seputar olahraga/gaya hidup/berita nasional. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat dan mudah dipahami pembaca dari berbagai kalangan.

178 artikel dipublikasikan

Berita Lainnya untuk Anda

Temukan berita menarik lainnya dari berbagai kategori