Kabupaten Semarang (PANTURATV.ID) - Kementerian ESDM mengawal proyek PLTP Gunung Ungaran secara bertahap di Jawa Tengah. Langkah ini mengutamakan kajian teknis serta keselamatan masyarakat sekitar wilayah proyek tersebut. Selain itu, pemerintah berjanji melindungi kawasan cagar budaya seperti Candi Gedong Songo. Juru bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menyampaikan komitmen ini secara terbuka kepada publik. Pemerintah menginginkan seluruh tahapan eksplorasi berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku. Pengembang saat ini memfokuskan kegiatan pada eksplorasi dan studi kelayakan di lapangan. Oleh karena itu, pengembang harus melewati sejumlah prosedur perizinan secara ketat.
Berdasarkan RUPTL 2025-2034, target kapasitas pembangkit listrik ini mencapai sekitar 55 MW. Target operasional fasilitas energi terbarukan ini menjangkau pemenuhan listrik pada tahun 2031. Namun, tim teknis perlu memastikan potensi karakteristik reservoir sebelum memulai tahap konstruksi fisik. Pengembang menggunakan teknologi pengeboran miring atau directional drilling untuk menjangkau target kedalaman. Pekerja tidak selalu menempatkan posisi sumur permukaan persis di atas sumber panas.
Kajian akademis Universitas Diponegoro tahun 2019 telah menetapkan zonasi perlindungan kawasan cagar budaya. Bahkan, rencana kerja proyek PLTP Gunung Ungaran wajib mematuhi aturan zonasi zona penyangga tersebut. Total penggunaan lahan pembangkit energi bersih ini hanya mengambil di bawah satu persen. Pengembang juga hanya memakai lahan pengeboran yang relatif sedikit pada tahap awal. Sementara itu, pemerintah menilai dampak lingkungan dan kebutuhan air secara teliti melalui izin resmi. Pemetaan sosial memberi gambaran menyeluruh mengenai kehidupan masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Langkah komprehensif ini melibatkan warga lokal sejak awal tahap perencanaan hingga eksplorasi berjalan. Selain itu, Kementerian ESDM menegaskan bahwa pengembangan energi panas bumi mencakup banyak aspek penting. Pengusahaan energi hijau PLTP Gunung Ungaran membutuhkan sinergi kuat antara kelestarian lingkungan dan budaya. Pemerintah mengambil contoh sukses proyek Geothermal Dieng yang berdampingan harmonis dengan aktivitas pariwisata. Kawasan Dieng membuktikan keberadaan fasilitas energi terbarukan dapat mendukung sektor ekonomi lokal.
Dengan demikian, pengembang dapat menerapkan pendekatan serupa dalam mengelola potensi daerah kawasan Ungaran. Proyek jangka panjang ini membutuhkan kepastian potensi teknis serta keekonomian reservoir secara matang. Hasil eksplorasi mendalam akan menentukan kelayakan teknis sebelum melangkah ke tahap operasi pembangkit. Selanjutnya, pemerintah terus memantau seluruh proses pengujian guna menjamin keselamatan lingkungan hidup masyarakat. Kementerian ESDM optimistis PLTP Gunung Ungaran mampu memberikan pasokan listrik ramah lingkungan bagi masyarakat.












