Semarang (PANTURATV.ID) - Memenuhi kebutuhan gizi keluarga secara optimal tidak harus selalu menguras isi dompet jika kita mengetahui strategi pemilihan bahan pangan yang tepat. Ahli Nutrisi Tara Mutiara Ramdani menekankan perlunya mengubah pandangan bahwa makanan sehat selalu identik dengan bahan mahal seperti ikan salmon.
Faktanya, nutrisi harian bisa dipenuhi dengan bahan lokal yang mudah ditemukan di pasar. Saat ini, asupan kalori masyarakat Indonesia umumnya sudah tercukupi, namun masih terlalu bertumpu pada karbohidrat tunggal. Masyarakat sangat dianjurkan untuk mulai memvariasikan sumber energi dengan beralih pada pangan lokal, seperti umbi-umbian atau beras aneka warna.

Pemenuhan protein juga menjadi kunci utama dalam menyusun menu bergizi. Tahu dan tempe merupakan pilihan protein nabati yang sangat ekonomis. Meskipun demikian, asupan protein hewani tetap tidak boleh diabaikan karena lebih mudah dicerna dan diserap oleh tubuh, terutama untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak.
Untuk menyiasati harga daging sapi yang mahal, orang tua bisa memilih alternatif yang jauh lebih terjangkau seperti telur dan ikan lokal. Ikan tidak hanya murah, tetapi juga kaya akan lemak tak jenuh yang menyehatkan.

Sebagai penyempurna hidangan utama, susu bisa ditambahkan untuk melengkapi asupan gizi harian. Susu sapi memiliki kualitas protein tingkat tinggi yang sangat mudah diserap oleh tubuh. Namun, masyarakat harus ingat bahwa susu hanyalah pelengkap dan bukan pengganti makanan pokok.
Kebutuhan gizi tetap harus dipenuhi dengan berpedoman pada konsep piring makanku, di mana proporsi karbohidrat, lauk pauk, sayuran, dan buah-buahan terbagi secara seimbang dalam setiap porsi makan.
Pada akhirnya, kondisi ekonomi yang menantang menuntut setiap keluarga untuk lebih cerdas dan teliti dalam merencanakan menu harian. Tidak masalah jika sesekali Anda membeli lauk matang di warung atau menggunakan makanan olahan, asalkan selalu diimbangi dengan tambahan porsi sayur yang bervariasi.
Literasi gizi yang baik sangat membantu masyarakat dalam menyusun prioritas belanja harian. Dengan perencanaan yang cermat, anggaran yang minimal tetap bisa menghasilkan hidangan dengan asupan nutrisi yang maksimal bagi seluruh anggota keluarga.















