Paraguay (PANTURATV.ID) - Skuad Paraguay meluapkan kemarahan besar mereka kepada kapten Prancis setelah Piala Dunia 2026. Kemarahan tersebut memuncak setelah tim nasional mereka gagal melaju pada babak 16 besar. Prancis berhasil mengalahkan skuad La Albirroja dengan skor tipis 1-0 melalui tendangan penalti. Kylian Mbappe menjadi penentu kemenangan tersebut sehingga dia langsung mendapat sorotan tajam dari suporter.
Selain itu, perilaku sang bintang di lapangan hijau memicu kejengkelan yang luar biasa bagi publik. Penonton mengklaim bahwa striker Real Madrid tersebut sengaja melakukan tindakan provokatif selama pertandingan berlangsung. Dia juga menolak berjabat tangan dengan penjaga gawang Paraguay yang memiliki nama Orlando Gill.
Kemudian, situasi semakin memanas karena insiden boneka Kylian Mbappe dibakar dalam sebuah festival budaya. Festival San Juan di Paraguay menjadi panggung utama masyarakat untuk melampiaskan seluruh rasa kecewa mereka. Mereka menggelar sesi tradisional Judas Kai yang khusus menyasar karakter-karakter tidak populer atau musuh rakyat.

Melalui media Meksiko SDP Noticias, perwakilan panitia menjelaskan esensi penting dari ritual pembakaran tahunan ini.
"Kami melihat ini sebagai bentuk kritik sosial yang berbaur erat dengan cerita rakyat setempat," ujarnya.
Namun, ketegangan ini sebenarnya berakar dari komentar rasis seorang Senator Paraguay bernama Celeste Amarilla. Pernyataan kontroversial politisi tersebut langsung memicu reaksi keras dari manajemen Real Madrid dan pemerintah Prancis. Alhasil, hubungan emosional kedua negara tersebut menjadi sangat dingin akibat perseteruan di luar lapangan hijau. Masyarakat Paraguay akhirnya memilih sang penyerang sebagai sosok yang paling mereka benci saat ini.
Oleh karena itu, sebuah video amatir yang merekam aksi pembakaran massal langsung viral di media sosial. Rekaman video tersebut memperlihatkan replika sang kapten menggantung tinggi di antara seutas tali jemuran. Seorang pria memakai obor besar kemudian menyulut api hingga membakar seluruh bagian tubuh mainan tersebut.
Sementara itu, para penonton bersorak sangat meriah ketika petasan di dalam mainan itu mulai meledak. Kejadian dramatis tersebut mempertegas bahwa sentimen negatif terhadap bintang lapangan tersebut belum juga mereda. Akibatnya, berita mengenai momen boneka Kylian Mbappe dibakar terus mendapat perhatian luas dari warganet global. Publik sepak bola dunia kini terus menyoroti dinamika hubungan antara sang pemain dengan fans Amerika Latin.














