Lumajang (PANTURATV.ID) - Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi beruntun yang disertai suara gemuruh kuat pada Selasa, 15 September 2026 dini hari. Letusan awal tercatat terjadi sekitar pukul 00.10 WIB dengan tinggi kolom abu yang tidak teramati, tetapi menimbulkan suara dentuman yang cukup keras hingga terdengar oleh warga sekitar lereng gunung.
Dilansir dari CNN Indonesia, aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut terus berlanjut hingga pagi hari dengan total empat kali erupsi. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, melaporkan bahwa letusan ketiga pada pukul 04.32 WIB memuntahkan kolom abu vulkanik tebal berwarna kelabu setinggi 1.000 meter ke arah barat daya.
"Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 00.10 WIB, namun tinggi kolom abu tidak teramati," ujar Sigit dalam laporan resminya. Ia juga mengonfirmasi kondisi saat letusan perdana terjadi, "Letusan Gunung Semeru pada Selasa dini hari disertai suara gemuruh kuat."
Meskipun suara gemuruh sempat memicu kekhawatiran, kondisi di pemukiman sekitar lereng dilaporkan tetap terkendali. Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, membenarkan adanya akumulasi suara gemuruh tersebut namun memastikan belum ada laporan kerusakan. "Alhamdulillah tidak ada dampak akibat suara gemuruh tersebut dan pagi ini warga di lereng Gunung Semeru beraktivitas normal seperti biasanya," jelas Isnugroho.
Saat ini, status Gunung Semeru bertahan di Level III (Siaga). Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk mematuhi zona aman dengan tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, warga juga dilarang mendekati area kawah dalam radius 5 kilometer guna menghindari risiko lontaran batu pijar.
Risiko perluasan awan panas dan banjir lahar hujan turut menjadi perhatian utama petugas, terutama di sepanjang aliran anak sungai yang berhulu di puncak gunung. Isnugroho memperingatkan warga untuk tetap waspada pada aliran sungai rawan seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," pungkasnya.














