Semarang (PANTURATV.ID) - Banyak orang melakukan aktivitas fisik hanya untuk menjaga berat badan. Padahal, kebiasaan baik ini memberikan manfaat luar biasa bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Salah satunya, Anda bisa mencegah kanker payudara melalui rutinitas olahraga setiap hari. Selain itu, latihan kekuatan otot sangat efektif menekan risiko penyakit berbahaya ini.
Dokter spesialis bedah payudara, Lim Sue Zann, membagikan fakta medis yang sangat penting. Beliau menjelaskan bahwa olahraga rutin mampu mengontrol proses inflamasi atau peradangan tubuh. Selanjutnya, aktivitas ini menekan produksi sitokin yang sering memicu peradangan kronis. Akibatnya, sel tubuh gagal menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan sel abnormal.
Lebih lanjut, inflamasi kronis sangat berperan dalam memicu pertumbuhan sel kanker jahat. Oleh karena itu, kita wajib mengendalikan respons peradangan tubuh agar tetap normal. Olahraga konsisten memengaruhi sistem imun dan meningkatkan respons anti-inflamasi secara signifikan. Bahkan, tubuh akan melepaskan endorfin segar setelah kita menyelesaikan sesi latihan fisik.
Manfaat aktivitas fisik tidak hanya berhenti pada upaya mencegah kanker payudara. Pada kenyataannya, olahraga membantu pasien kanker menjaga kondisi tubuh selama proses pemulihan. Dokter Lim juga menemukan fakta bahwa aktivitas fisik menekan risiko kekambuhan penyakit. Sebagai contoh, pasien kanker kolorektal mendapatkan manfaat serupa dari rutinitas latihan harian.

Meskipun demikian, para ahli masih meneliti mekanisme biologis olahraga secara lebih mendalam. Oleh sebab itu, Anda sebaiknya memadukan olahraga dengan gaya hidup sehat lainnya. Memang benar, aktivitas fisik bukan satu-satunya cara ampuh untuk mencegah kanker payudara. Anda tetap harus mengonsumsi makanan bergizi dan melakukan deteksi dini secara rutin.
Anda mungkin merasa bingung saat memilih antara latihan beban atau kardio. Sebenarnya, Anda tidak wajib memilih salah satu dari kedua jenis latihan tersebut. Sebaliknya, latihan kekuatan dan aktivitas aerobik sama-sama memberikan manfaat kesehatan yang maksimal. Yang paling penting, Anda harus berolahraga secara konsisten setiap minggu.
Oleh karena itu, rutinitas latihan fisik jauh lebih penting daripada jenis olahraganya. Tentu saja, setiap orang memiliki kemampuan dan kondisi fisik yang berbeda-beda. Jadi, Anda harus menyesuaikan intensitas olahraga dengan kemampuan tubuh Anda sendiri. Selanjutnya, Anda tidak perlu langsung memaksakan diri berlatih dengan intensitas terlalu tinggi.
Bahkan, pasien kanker tetap bisa berolahraga dalam berbagai fase pengobatan medis mereka.
Dokter sangat mengizinkan latihan fisik dari sebelum terapi hingga selesai menjalani kemoterapi. Tentu saja, mereka wajib berkonsultasi terlebih dahulu untuk memastikan kondisi fisik memadai. Dengan demikian, tubuh mereka mampu memperoleh manfaat optimal untuk mencegah kanker payudara kembali.
Sementara itu, pasien yang menjalani terapi intensif masih boleh mencoba latihan berat.
Mereka bisa melakukan latihan interval intensitas tinggi apabila kondisi fisik benar-benar prima. Namun, Anda tidak perlu khawatir jika tubuh belum sanggup melakukan latihan tersebut. Sebagai alternatif, Anda cukup pergi ke pusat kebugaran dan mencoba latihan ringan. Kesimpulannya, menjaga konsistensi berolahraga merupakan kunci utama bagi kesehatan tubuh jangka panjang.















