LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'
Peristiwa

Jejak Berburu Prasejarah di Sulawesi Tepis Teori Asal-usul Seni Dunia

Oleh Citra Mellyana Putri
1 September 2026
2 menit baca

Jejak Berburu Prasejarah di Sulawesi Tepis Teori Asal-usul Seni Dunia

Jejak Berburu Prasejarah di Sulawesi Tepis Teori Asal-usul Seni Dunia

Sulawesi (PANTURATV.ID) - Penemuan lukisan figuratif prasejarah di kawasan karst Sulawesi berhasil mencuri perhatian publik setelah dipublikasikan pada Senin, 31 Agustus 2026. Tim arkeolog menemukan karya seni berusia sekitar 67.800 tahun yang terpampang di dinding-dinding gua kapur, mulai dari Leang Maros dan Leang Pangkep di Sulawesi Selatan hingga Liang Metanduno di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara. Gambar berwarna merah marun berbahan dasar oker ini masih terlihat begitu detail meski sudah berumur puluhan ribu tahun. Visual yang ditampilkan mencakup cetakan tangan berpola unik, wujud hewan endemik, hingga penggambaran strategi perburuan purba.

Berdasarkan laporan yang dilansir dari Antara, penanggalan metode uranium-series mengonfirmasi bahwa karya cadas ini jauh lebih tua daripada temuan-temuan serupa di Benua Biru. Fakta ini secara otomatis menggoyahkan anggapan umum yang selama ini tercatat dalam literatur sejarah. Peneliti dan Arkeolog Universitas Hasanuddin, Prof. Akin Duli, menegaskan, "Penelitian ini membantah teori yang selama ini kita pelajari melalui buku-buku bahwa lukisan tertua bermula di Eropa, itu kemudian terbantahkan."

Keberadaan seni cadas ini membuktikan bahwa wilayah Nusantara, khususnya kawasan Wallacea, memegang peranan yang sangat krusial dalam peta peradaban awal manusia modern.
Keunikan lain yang menyita perhatian para ahli terletak pada bentuk cetakan tangan di dinding gua yang memiliki ujung jari meruncing layaknya cakar binatang. Penggambaran estetis tersebut berpadu dengan figur manusia yang terlihat sedang mengepung hewan buruan seperti babi hutan dan anoa melalui garis-garis tegas yang terencana. Arkeolog Muhamad Nur menilai estetika sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari naluri dasar manusia di mana pun mereka berada.
“Rasa keindahan ada bersama sifat amarah atau tertawa. Manusia di mana saja berpotensi melahirkan itu,” jelasnya.

Para peneliti kini memandang lukisan dinding gua bukan sekadar ekspresi visual semata, melainkan sebagai bentuk dokumentasi teknologi dan tata sosial masyarakat kuno. Penggambaran pola perburuan kolektif memperlihatkan tingkat kerja sama yang sangat matang dan terorganisir. Mengenai hal tersebut, Pakar Protosejarah Unhas menjelaskan, "Temuan di situs seperti Bulu Sipong menunjukkan aktivitas sosial sangat terorganisir. Jelas sekali adegan perburuannya. Proses kawanan babi atau anoa digiring oleh pemburu. Ini bukan hanya gambar, tapi aktivitas sosial tentang perburuan."

Menariknya, kebiasaan manusia purba di Sulawesi puluhan milenium lalu ditengarai masih memiliki benang merah dengan kebudayaan Bugis-Makassar modern. Penggunaan simbol cap tangan yang dahulu dibuat di dinding gua kini bertransformasi menjadi ritual penempelan cap tangan di tiang rumah baru sebagai sarana penolak bala. Arkeolog dari BRIN, Budianto Hakim, turut menambahkan, "Penggambaran ini memiliki hubungan paralel yang sangat intim dengan cara manusia bertahan hidup. Modifikasi jari menyerupai cakar binatang itu sudah cukup lama dilakukan oleh manusia modern awal."

Hal ini menegaskan bahwa nenek moyang di kawasan Sulawesi telah memiliki kemampuan berpikir abstrak yang cukup kompleks sejak puluhan ribu tahun silam.

Tentang Penulis

Citra Mellyana Putri

Penulis

Citra adalah jurnalis di PanturaTV yang menulis seputar olahraga/gaya hidup/berita nasional. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat dan mudah dipahami pembaca dari berbagai kalangan.

259 artikel dipublikasikan

Berita Lainnya untuk Anda

Temukan berita menarik lainnya dari berbagai kategori