Tanzania (PANTURATV.ID) - Di kota Arusha, Tanzania, yang terletak tepat di kaki Gunung Meru, ada satu menu harian yang tak pernah absen dari meja makan warga setempat. Ugali, adonan padat yang terbuat dari olahan tepung jagung dan air hangat, merupakan makanan pokok yang membentuk gaya hidup kuliner masyarakat Arusha. Santapan sederhana ini tidak hanya menjadi sumber energi utama bagi para pekerja dan petani, tetapi juga menjadi identitas budaya yang sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari.
Cara menyantap ugali di Arusha terbilang sangat khas dan membutuhkan sedikit keterampilan tangan. Warga biasanya mengambil sejumput adonan hangat menggunakan tangan kanan, memadatkannya menjadi bola kecil, lalu membuat lekukan di bagian tengahnya dengan jempol. Lekukan ini berfungsi mirip sendok alami yang digunakan untuk mengambil lauk pendamping, sehingga seluruh proses makan dilakukan secara langsung tanpa bantuan alat makan modern.
Lauk wajib yang selalu menemani ugali adalah sukuma wiki, yaitu tumisan daun kale atau sawi hijau yang dimasak sederhana bersama bawang merah, tomat, dan sedikit minyak. Nama sukuma wiki sendiri secara harfiah memiliki arti mendorong atau bertahan hingga akhir pekan. Istilah ini merujuk pada harganya yang sangat terjangkau, sehingga menjadi penyelamat dapur keluarga agar tetap bisa menikmati makanan bergizi setiap hari tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Meskipun terlihat sangat sederhana, kombinasi ugali dan sukuma wiki menyimpan nutrisi yang sangat tinggi. Karbohidrat kompleks dari jagung memberikan rasa kenyang yang tahan lama, sementara daun-daunan hijau kaya akan serat, vitamin, dan mineral penting untuk menjaga daya tahan tubuh. Tidak heran jika warga Arusha terkenal memiliki ketahanan fisik yang kuat dan jarang mengalami masalah pencernaan dalam aktivitas harian mereka.
Menikmati ugali bersama keluarga di Arusha bukan sekadar soal mengenyangkan perut, melainkan momen untuk mensyukuri hasil bumi lokal. Pola makan yang mengandalkan bahan-bahan segar dari pasar tradisional ini menjadi contoh nyata gaya hidup sehat berbasis bahan pangan lokal. Di tengah gempuran makanan cepat saji modern, warga Arusha tetap setia menjaga tradisi kuliner sederhana yang terbukti menyehatkan tubuh dan menentramkan jiwa.















