Semarang (PANTURATV.ID) - Aktivitas membersihkan diri di kamar mandi sering kali dianggap sebagai rutinitas harian yang sepele. Namun, penelitian terbaru dari University of Surrey mengungkapkan bahwa durasi seseorang berada di bawah kucuran air memiliki dampak besar terhadap efisiensi penggunaan sumber daya air serta kelestarian lingkungan. Studi ini menyarankan masyarakat untuk mulai membatasi waktu mandi demi mencegah terjadinya krisis pasokan air bersih di masa mendatang.
Menurut Dr. Pablo Pereira-Doel selaku ahli ilmu lingkungan, waktu yang sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh untuk menjadi bersih terbilang sangat singkat. Seorang individu idealnya hanya memerlukan waktu sekitar tiga menit untuk membasuh dan membersihkan area tubuh. Apabila rutinitas tersebut mencakup aktivitas keramas atau mencuci rambut, maka durasi tersebut hanya perlu ditambah selama dua menit. Dengan demikian, rentang waktu yang sangat memadai untuk keseluruhan proses membersihkan diri secara efektif adalah sekitar tiga hingga lima menit.
Kenyataan di lapangan menunjukkan angka yang jauh berbeda dari standar ideal tersebut. Data riset mencatat bahwa rata-rata masyarakat menghabiskan waktu sekitar 7,5 menit setiap kali mandi. Bahkan, tidak sedikit orang yang menghabiskan waktu hingga 40 menit di bawah pancuran air. Perpanjangan durasi ini terjadi karena adanya pergeseran fungsi mandi dalam kehidupan modern. Bagi banyak orang, berada di kamar mandi bukan lagi sekadar upaya membersihkan kotoran, melainkan menjadi sarana untuk melepas penat, merilekskan pikiran, serta menghangatkan tubuh dari kelelahan aktivitas harian.
Faktor lain yang turut memperlama durasi mandi adalah kebiasaan pemakaian produk pembersih tubuh secara berlebihan. Salah satu contoh yang paling sering dijumpai adalah kebiasaan menggunakan sampo hingga dua kali dalam satu sesi keramas. Tindakan ini memicu timbulnya busa berlebih sehingga membutuhkan waktu pembilasan yang jauh lebih lama. Peneliti menegaskan bahwa menyederhanakan penggunaan produk pembersih, seperti cukup mengusapkan sampo satu kali, merupakan langkah paling praktis yang dapat diambil untuk memangkas waktu mandi.
Dari sudut pandang psikologi, Prof. Ian Walker dari Swansea University menjelaskan bahwa sebagian besar orang menjalankan rutinitas mandi secara otomatis atau tanpa kesadaran penuh. Kebiasaan yang berulang ini membuat seseorang tidak menyadari seberapa banyak volume air yang telah terbuang. Mengingat setiap satu menit penggunaan kucuran pancuran dapat menyedot sekitar 6 hingga 15 liter air, durasi mandi yang sangat lama berisiko menghabiskan alokasi batas konsumsi air harian masyarakat yang diproyeksikan berada pada angka 110 liter per orang pada tahun 2050.
Penelitian ini memberikan kesadaran penting bahwa perubahan kecil dalam kebiasaan harian, seperti membatasi waktu mandi hingga maksimal empat menit dan menghindari pemborosan penggunaan produk pembersih, merupakan langkah nyata dalam menjaga ketersediaan air bersih bagi keberlangsungan hidup di masa depan.














