LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'
Gaya Hidup

Bahaya Konsumsi Gula Berlebih Terhadap Bahaya Kanker Lambung Menurut Peneliti

Oleh Alfira Aufa
21 Agustus 2026
2 menit baca

Penelitian dari Massachusetts General Hospital melibatkan 112.000 responden menunjukkan konsumsi minuman manis satu porsi setiap hari meningkatkan risiko kanker lambung hingga 2,45 kali lipat, terutama pada perempuan.

Bahaya Konsumsi Gula Berlebih Terhadap Bahaya Kanker Lambung Menurut Peneliti

Semarang (PANTURATV.ID) - Selama ini masyarakat luas umumnya mengidentikkan kebiasaan mengonsumsi minuman manis hanya dengan masalah peningkatan berat badan, obesitas, hingga ancaman penyakit diabetes tipe dua. Namun, temuan ilmiah terbaru dalam riset yang dipublikasikan melalui jurnal Gastro Hep Advances mengungkap fakta medis yang jauh lebih mengkhawatirkan. Penelitian yang melibatkan observasi mendalam terhadap lebih dari seratus dua belas ribu responden menunjukkan adanya keterkaitan erat antara kebiasaan minum cairan tinggi gula dengan meningkatnya potensi munculnya kanker lambung.

Berdasarkan data yang dihimpun para ahli, seseorang yang rutin meminum setidaknya satu porsi atau setara dua ratus tiga puluh tujuh mililiter minuman manis setiap hari memiliki risiko dua koma empat lima kali lipat lebih tinggi terserang penyakit kanker lambung. Angka ancaman tersebut bahkan terpantau jauh lebih mengkhawatirkan pada kelompok perempuan, di mana tingkat risikonya mampu melonjak hingga tiga kali lipat dibanding kondisi normal. Minuman yang disorot mencakup berbagai produk konsumsi harian seperti minuman bersoda, limun, es buah, hingga minuman berenergi.

Secara biologis, para peneliti dari Massachusetts General Hospital menduga ada sejumlah proses merusak yang terjadi di dalam tubuh akibat asupan gula yang terus-menerus. Paparan konsumsi tinggi gula dapat memicu stres oksidatif yang berpotensi merusak rantai DNA serta merangsang mutasi sel kanker. Selain itu, kondisi ini mendorong peradangan kronis pada jaringan dinding lambung, memicu resistensi insulin, mengganggu keseimbangan hormon steroid, serta merusak populasi bakteri baik atau mikrobioma di dalam saluran pencernaan.

Meskipun sifat studi ini masih berupa pengamatan observasional yang memerlukan pengujian lanjutan untuk memastikan mekanisme karsinogenik secara pasti, dampak fatal penyakit ini tidak boleh diabaikan. Mengingat kanker lambung menempati urutan kelima sebagai pemicu kematian akibat kanker terbesar di dunia, masyarakat sangat diimbau untuk segera mengubah pola hidup dan membatasi asupan gula demi menjaga kesehatan organ pencernaan jangka panjang.

Penelitian dari Massachusetts General Hospital memperingatkan bahwa kebiasaan mengonsumsi minuman tinggi gula harian secara signifikan mampu meningkatkan risiko kanker lambung melalui gangguan metabolisme, peradangan organ, dan kerusakan sel, sehingga pembatasan asupan manis menjadi langkah krusial yang harus diterapkan sejak dini.

Tags

#kanker lambung#gula berlebih#minuman manis#kesehatan pencernaan#Massachusetts General Hospital#Semarang#risiko kanker#penyakit diabetes#penelitian medis#obesitas#mikrobioma#stres oksidatif#konsumsi gula berlebih#pola hidup sehat#mikrobioma usus#kanker lambung Indonesia

Tentang Penulis

Alfira Aufa

Penulis

Alfira adalah jurnalis di PanturaTV yang menulis seputar olahraga/gaya hidup/berita nasional. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat dan mudah dipahami pembaca dari berbagai kalangan.

139 artikel dipublikasikan

Berita Lainnya untuk Anda

Temukan berita menarik lainnya dari berbagai kategori