LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'
Gaya Hidup

Mekanisme Menakjubkan Pertumbuhan dan Siklus Pembaruan Ranggah Rusa Setiap Tahun

Oleh Alfira Aufa
21 Agustus 2026
2 menit baca

Ranggah rusa adalah struktur tulang unik yang tidak permanen dan tumbuh hanya pada pejantan. Mekanisme pertumbuhannya dipengaruhi hormon testosteron dan paparan cahaya matahari.

Mekanisme Menakjubkan Pertumbuhan dan Siklus Pembaruan Ranggah Rusa Setiap Tahun

Semarang (PANTURATV.ID) - Tanduk bercabang yang menjadi ciri khas rusa sering kali dipahami sebagai struktur keras biasa, namun kenyataannya organ ini menyimpan mekanisme biologis yang sangat unik. Berbeda dari struktur permanen pada hewan seperti kambing atau kerbau, mahkota di kepala rusa sebenarnya disebut ranggah. Ranggah memiliki sifat tidak permanen dan terbentuk dari jaringan tulang asli yang terbungkus lapisan khusus. Struktur ini umumnya hanya dimiliki oleh pejantan serta mulai tumbuh ketika hewan tersebut memasuki fase pubertas.

Proses terbentuknya ranggah berawal dari tonjolan tulang kecil di area kepala yang dinamakan pedikel. Ketika periode pertumbuhan dimulai, struktur baru ini muncul dengan meninggalkan luka terbuka yang sempat mengeluarkan darah. Setelah darah mongering dan membentuk keropeng, proses pembentukan jaringan tulang baru berlangsung dengan sangat cepat. Ranggah tersusun atas dua jenis tulang utama, yaitu tulang spons di bagian dalam yang kaya pembuluh darah untuk menyalurkan nutrisi, serta tulang kompak di bagian luar yang sangat padat dan kokoh. Lapisan keratin di luar tulang kompak memberi kekuatan ekstra yang berguna saat rusa jantan bertarung memperebutkan dominasi wilayah atau pasangan.

Siklus pertumbuhan hingga penanggalan ranggah dipengaruhi secara langsung oleh fluktuasi hormon testosteron serta perubahan durasi paparan cahaya matahari harian. Ketika masa berkembang biak telah selesai, tingkat hormon dalam tubuh rusa akan menurun. Kondisi ini merangsang aktivitas sel osteoklas di sekitar pedikel untuk mengurangi kadar mineral pada pangkal ranggah. Akibatnya, ikatan tulang melunak sehingga ranggah tua terlepas secara alami. Setelah proses tanggal tersebut, pedikel akan mengalami penyembuhan dalam waktu beberapa minggu sebelum akhirnya memicu pertumbuhan ranggah baru.

Keberadaan ranggah membuktikan betapa menakjubkannya sistem regenerasi jaringan pada mamalia. Jenis rusa yang berbeda juga memiliki variasi bentuk dan ukuran ranggah yang amat beragam, mulai dari yang melengkung indah hingga yang berukuran raksasa dengan cabang lebat. Kemampuan menumbuhkan kembali struktur tulang yang begitu kuat setiap tahun membuat rusa menjadi salah satu contoh keajaiban biologi yang sangat mempesona di alam liar.

Artikel ini menyajikan penjelasan ilmiah yang sangat informatif dan mendalam mengenai perbedaan mendasar antara tanduk biasa dengan ranggah rusa, serta mengungkap kemampuan regenerasi tulang yang luar biasa pada mamalia. Proses pertumbuhan, peluruhan, dan pembaruan ranggah secara berkala memperlihatkan betapa kompleks dan sempurnanya interaksi hormon serta biologi tubuh rusa dalam mempertahankan kelangsungan hidup dan dominasi mereka di alam bebas.

Tags

#ranggah rusa#pertumbuhan tanduk rusa#siklus pembaruan ranggah#biologi rusa#hormon testosteron rusa#regenerasi tulang mamalia#rusa jantan#Jawa Tengah satwa liar#sistem biologis hewan#pedikel rusa#rusa Jawa Tengah#fauna Pantura#penelitian satwa liar

Tentang Penulis

Alfira Aufa

Penulis

Alfira adalah jurnalis di PanturaTV yang menulis seputar olahraga/gaya hidup/berita nasional. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat dan mudah dipahami pembaca dari berbagai kalangan.

139 artikel dipublikasikan

Berita Lainnya untuk Anda

Temukan berita menarik lainnya dari berbagai kategori