Semarang (PANTURATV.ID) - Sebuah lembaga konsultasi independen yang berbasis di kawasan Asia Tenggara, yang berfokus pada layanan relokasi dan pendampingan bagi pembeli asing, secara resmi telah menerbitkan laporan terbarunya mengenai destinasi negara terbaik untuk ditinggali pada tahun 2026. Laporan yang bertajuk Rumavi Global Relocation Index 2026 ini menghadirkan temuan yang cukup menarik perhatian publik dunia. Salah satu fakta yang paling mengejutkan dari hasil riset ini adalah absennya sejumlah negara adidaya dan negara terkaya di dunia dari urutan teratas daftar tersebut. Hal ini membuktikan bahwa kekayaan sebuah negara tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas hidup yang ditawarkan kepada para ekspatriat atau pendatang baru.
Secara tak terduga, posisi puncak dalam indeks bergengsi ini berhasil diraih oleh Estonia yang mengantongi skor total sebesar 72,8. Negara di kawasan Eropa Utara tersebut berhasil mengungguli dua negara tetangga Indonesia, yaitu Singapura yang berada di posisi kedua dengan skor 72,6 dan disusul oleh Malaysia di posisi ketiga dengan perolehan skor 72,0. Berdasarkan analisis yang dikutip dari Visual Capitalist, Estonia yang hanya dihuni oleh sekitar 1,3 juta penduduk ini mampu mencetak nilai yang sangat memuaskan, khususnya pada indikator tingkat keamanan nasional serta kemudahan bagi warga negara asing untuk beradaptasi dan menetap.
Keberhasilan Estonia ini sangat didukung oleh sistem penegakan hukum yang berkeadilan dan transparan, ekosistem perusahaan rintisan atau startup yang sangat kuat dan inovatif, serta angka pengangguran di kalangan generasi muda yang berhasil ditekan hingga titik terendah.

Dominasi Benua Biru juga terlihat sangat jelas di dalam laporan ini. Selain Estonia, terdapat empat negara Eropa lain yang sukses mengamankan posisi di dalam daftar sepuluh besar. Negara-negara tersebut meliputi Portugal dengan skor 71,6, Lithuania dengan skor 71, Republik Ceko dengan skor 69,9, dan Malta yang memperoleh skor 69,8. Daya tarik utama dari negara-negara Eropa, khususnya di wilayah selatan dan timur, terletak pada fasilitas layanan kesehatan yang sangat prima, indeks kelayakan huni yang luar biasa baik, serta biaya hidup sehari-hari yang tergolong masih sangat terjangkau bagi para pendatang. Di sisi lain, Amerika Serikat justru mencatatkan rekor yang kurang menggembirakan karena terperosok ke peringkat 107 dari total 184 negara yang dievaluasi dengan skor 6. Peringkat Amerika Serikat ini bahkan tertinggal cukup jauh jika dibandingkan dengan Kanada yang meraih skor 66,8, Inggris dengan skor 65,8, hingga India dengan skor 60,6. Meskipun negara Paman Sam ini diakui memiliki keunggulan mutlak di sektor pendidikan, iklim kewirausahaan, dan peluang bisnis yang masif, tingginya inflasi dan biaya hidup sehari-hari menjadi faktor utama yang menjatuhkan skor mereka secara drastis.
Dalam menyusun peringkat tahunan ini, Rumavi menerapkan metodologi penelitian yang sangat ketat dan komprehensif. Mereka mengevaluasi sebanyak 192 negara dengan menggunakan 24 indikator metrik yang berbeda. Seluruh metrik tersebut kemudian diklasifikasikan ke dalam empat pilar penilaian utama, yakni pilar keuangan dan regulasi perpajakan, pilar kualitas hidup dan fasilitas kesehatan, pilar keamanan dan stabilitas negara, serta pilar kemudahan adaptasi dan peluang. Sistem penilaian ini juga disesuaikan bobotnya agar relevan dengan enam profil demografi pendatang, yang mencakup kategori masyarakat umum, kalangan pensiunan, pekerja nomaden digital, keluarga, wirausahawan, serta individu yang mencari regulasi ramah pajak.
Rumavi juga memberikan jaminan penuh bahwa laporan yang mereka terbitkan bersifat sepenuhnya independen, tidak berafiliasi dengan kepentingan politik negara mana pun, tidak diperjualbelikan kepada pihak ketiga, dan terbebas dari intervensi atau pengaruh pihak sponsor mana pun.
Skala penilaian yang digunakan dalam indeks ini berkisar dari angka 0 hingga 100, di mana perolehan angka yang semakin tinggi menunjukkan bahwa negara tersebut semakin ideal dan direkomendasikan untuk dijadikan tempat tinggal baru.
Berikut ini adalah daftar urutan 10 negara terbaik di dunia yang paling direkomendasikan untuk ditinggali pada tahun 2026 berdasarkan riset dari Rumavi:
- Estonia meraih skor 72,8

- Singapura meraih skor 72,6
- Malaysia meraih skor 72,0
- Portugal meraih skor 71,6
- Taiwan meraih skor 71,4
- Lithuania meraih skor 71,0
- Hong Kong meraih skor 71,0
- Saint Kitts dan Nevis meraih skor 70,3
- Republik Ceko meraih skor 69,9
- Malta meraih skor 69,8















