Semarang (PANTURATV.ID) - Dalam sebuah hubungan percintaan, pola komunikasi memiliki peran vital dalam menentukan keberlangsungan dan kesehatan mental masing-masing individu. Ketika salah satu pihak kerap memperlihatkan perilaku merendahkan, situasi tersebut dapat merusak rasa percaya diri dan menciptakan dinamika yang toksik. Alih-alih membalas sindiran atau tindakan buruk tersebut dengan reaksi yang sama, ada beberapa pendekatan yang jauh lebih bijak dan efektif untuk menyelesaikan persoalan ini tanpa memperkeruh suasana.
Menurut penjelasan pakar psikoterapi Oona Metz, membalas perlakuan merendahkan dengan sikap serupa justru akan memperburuk ikatan komunikasi dan merusak hubungan secara menyeluruh. Langkah utama yang perlu diambil adalah menyampaikan perasaan Anda secara langsung dan jujur pada saat perlakuan kurang menyenangkan itu terjadi. Sangat disarankan untuk tidak menumpuk atau memendam kekesalan hingga meledak di kemudian hari. Carilah momen yang tepat ketika suasana hati kedua belah pihak sedang tenang, laluutarakan secara spesifik ucapan atau tindakan pasangan yang dinilai mengganggu atau meremehkan.
Langkah berikutnya adalah berusaha menggali alasan di balik tindakan pasangan dengan mengajukan pertanyaan terbuka. Mengajukan pertanyaan secara baik dapat membuka ruang diskusi mendalam mengenai masalah yang mungkin selama ini tidak disadari oleh pasangan. Kendati demikian, mencoba memahami latar belakang atau alasan mereka bukan berarti Anda membenarkan atau toleran terhadap perlakuan yang menyakitkan tersebut.
Apabila perilaku meremehkan terus berulang, mematok batasan yang jelas menjadi hal yang mutlak dilakukan. Anda harus mengomunikasikan batas toleransi mengenai hal-hal yang tidak bisa diterima dalam hubungan. Penetapan batasan ini berfungsi untuk menjaga harga diri serta kesehatan emosional Anda.
Respons terbaik saat menghadapi pasangan yang suka merendahkan adalah mengomunikasikan perasaan secara langsung, tenang, dan berimbang daripada membalasnya dengan tindakan buruk yang serupa. Memahami motif pasangan diperbolehkan untuk mencari solusi bersama, namun tidak ada alasan yang membenarkan perilaku merendahkan atau merusak mental dalam suatu hubungan.















