Jakarta (PANTURATV.ID) - Kementerian Kebudayaan resmi meluncurkan lima jilid pertama dari seri buku 'Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global' pada Selasa (1/9/2026). Kehadiran karya literatur ini bertujuan untuk memperbarui referensi sejarah nasional secara menyeluruh agar masyarakat memiliki sudut pandang yang lebih luas dan komprehensif dalam melihat perjalanan panjang bangsa.
Dilansir dari Media Indonesia, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa penulisan buku sejarah ini dirancang untuk mengubah cara pandang lama masyarakat. Menurutnya, mempelajari riwayat perjalanan bangsa sejatinya bukan cuma soal mengingat fakta mati, melainkan alat pembentuk berpikir kritis.
Menbud Fadli Zon menegaskan pentingnya pemaknaan baru dalam mempelajari rekam jejak masa lalu bangsa. "Sejarah bukan lagi sekadar hafalan tanggal, nama, tokoh, namun instrumen untuk mengasah nalar kritis, memahami akar persoalan kontemporer, dan memetakan arah masa depan bangsa melalui ruang dialog yang sangat terbuka," ujarnya.
Proses penyusunan buku ini mengusung pendekatan Indonesia-sentris dengan memanfaatkan berbagai hasil penelitian terbaru, mulai dari tesis akademis hingga artikel jurnal ilmiah. Lewat metode multidisiplin serta pemanfaatan teori sosial humaniora seperti studi gender dan poskolonial, buku ini turut mengangkat kembali peran tokoh, daerah, maupun peristiwa bersejarah yang selama ini sempat terabaikan.
Secara keseluruhan, seri buku ini dirancang mencakup sepuluh jilid kronologis serta satu jilid faktaneka. Mengenai metode pemaparannya, Fadli Zon menerangkan bahwa penyusunan buku "menggunakan pendekatan multidisipliner dan mengembangkan teori sosial humaniora, termasuk sejarah lingkungan, gender, memori kolektif, studi poskolonial untuk membaca relasi kuasa, serta konstruksi identitas secara lebih kritis." Agar bisa dinikmati publik secara luas, masyarakat juga dapat mengakses versi digitalnya melalui platform resmi pustakabudaya.id.












