Turki (PANTURATV.ID) - Ketika ada anggota keluarga atau teman yang akan pergi merantau, menuntut ilmu, atau menempuh perjalanan jauh, masyarakat Indonesia umumnya melepasnya dengan bersalaman, pelukan, atau doa bersama. Di Turki, ada satu ritual unik dan dramatis yang wajib dilakukan saat kendaraan orang yang berpergian mulai melaju meninggalkan rumah. Tuan rumah atau kerabat akan melemparkan atau menyiramkan seember air ke jalan di belakang kendaraan yang baru saja bergerak.
Tradisi menyiram air ini tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan diiringi dengan ucapan doa khas yang berbunyi "Su gibi git, su gibi gel". Kalimat ini memiliki arti mendalam, yaitu "pergilah seperti air yang mengalir lancar, dan kembalilah dengan selamat seperti air". Air melambangkan kelancaran, kesegaran, dan kebersihan, sehingga diharapkan perjalanan yang ditempuh bebas dari hambatan maupun bahaya.
Bagi orang luar yang tidak paham, tindakan menyiramkan air ke jalanan saat mobil mulai jalan mungkin terlihat aneh atau bahkan berbahaya. Namun di Turki, gesture ini adalah bentuk ekspresi cinta dan pelepasan yang sangat emosional. Ada harapan kuat bahwa sama seperti air yang selalu menemukan jalannya untuk mengalir dan kembali, orang yang pergi pun akan kembali pulang ke rumah dalam keadaan sehat walafiat.
Kebiasaan ini berlaku untuk berbagai jenis perjalanan, mulai dari anak yang hendak pergi berkuliah di kota lain, suami yang pergi bertugas, hingga kerabat yang hendak berangkat liburan. Tidak jarang warga lokal menyiramkan air dari balkon lantai atas apartment jika kendaraan kerabatnya diparkir di bawah. Elemen air menjadi simbol perantara doa yang sangat sakral dalam budaya pelepasan warga Turki
Meskipun zaman sudah serba modern dan moda transportasi semakin canggih, tradisi menyiram air ini tetap bertahan kuat di tengah keluarga Turki. Ritual ini membuktikan bagaimana kepercayaan lokal dan doa keselamatan dapat diwujudkan dalam tindakan simbolis yang sederhana namun berkesan. Menyiram air di belakang roda kendaraan menjadi penanda kasih sayang yang terus mengalir bagi mereka yang sedang melangkah jauh.















