LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'
Regional

Gunakan Surplus BI Rp58 Triliun, Utang BLBI Akhirnya Tuntas

Oleh Citra Mellyana Putri
21 September 2026
2 menit baca

Gunakan Surplus BI Rp58 Triliun, Utang BLBI Akhirnya Tuntas

Gunakan Surplus BI Rp58 Triliun, Utang BLBI Akhirnya Tuntas

Jakarta (PANTURATV.ID) - Pemerintah Republik Indonesia secara resmi menyatakan bahwa seluruh kewajiban surat utang yang diterbitkan untuk penanganan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) akibat krisis keuangan 1997–1998 telah selesai dilunasi pada bulan Agustus 2026. Kepastian tuntasnya beban sejarah tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan Suahasil Nazara pada Sabtu, 19 September 2026. Penyelesaian kewajiban ini menjadi tonggak sejarah penting bagi pengelolaan keuangan negara setelah puluhan tahun menanggung beban krisis masa lalu.

Dilansir dari Antara, pelunasan utang bernilai fantastis ini dapat terealisasi berkat pemanfaatan surplus anggaran Bank Indonesia yang disetorkan langsung ke Kas Negara. Berdasarkan hasil proses audit pembukuan tahun 2025, Bank Indonesia mencatatkan surplus yang kemudian diserahkan kepada pemerintah sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku. Kehadiran dana segar tersebut memberikan ruang yang cukup bagi Kementerian Keuangan untuk menyelesaikan sisa utang negara.

Atas mekanisme tersebut, Kementerian Keuangan mengantongi penerimaan dari Kekayaan Negara yang Dipisahkan (KND) dengan total mencapai Rp58 triliun.
"Penggunaannya diatur untuk membayar kewajiban atau membayar penyelesaian surat utang RI. Surat utang negara yang ketika itu dikeluarkan dalam rangka penanganan krisis 97-98," ujar Suahasil dalam penjelasannya melalui kanal resmi YouTube Kementerian Keuangan. Seluruh dana masuk tersebut langsung dialokasikan untuk mengeksekusi pelunasan kewajiban surat utang secara menyeluruh.

Langkah penyelesaian pada Agustus lalu ini sekaligus melengkapi proses pembayaran obligasi rekapitalisasi yang sebagian besar telah dilunasi bertahap pada beberapa periode sebelumnya, termasuk pelunasan obligasi rekap pada Juli 2020. Suahasil menerangkan bahwa pemerintah pernah menerbitkan berbagai jenis instrumen obligasi demi menyelamatkan perekonomian domestik saat diterjang krisis moneter akhir dekade 90-an.
"Ada beberapa jenis obligasi kami keluarkan ketika itu. Nah, ada yang sudah lunas di Juli 2020, ada yang lunas di kemarin," tuturnya.

Keberhasilan melunasi seluruh utang sisa penanganan krisis 1997–1998 ini dinilai sebagai pencapaian besar dalam menjaga stabilitas dan kesehatan APBN.
"Sekarang, surat utang yang dalam rangka penanganan krisis 97-98 kemarin tuntas kami selesaikan pada bulan Agustus. Ini juga adalah suatu prestasi kita," pungkasnya.

Tuntasnya beban finansial ini diharapkan mampu memberi ruang gerak yang lebih lega bagi pemerintah untuk mengalokasikan anggaran negara ke sektor-sektor pembangunan produktif di masa depan.

Tentang Penulis

Citra Mellyana Putri

Penulis

Citra adalah jurnalis di PanturaTV yang menulis seputar olahraga/gaya hidup/berita nasional. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat dan mudah dipahami pembaca dari berbagai kalangan.

367 artikel dipublikasikan

Berita Lainnya untuk Anda

Temukan berita menarik lainnya dari berbagai kategori