Washington DC (PANTURATV.ID) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memiliki rencana besar untuk masa depan organisasi global. Tokoh politik populer ini sangat menginginkan Gianni Infantino Sekjen PBB pada periode mendatang. Beliau meyakini Presiden FIFA tersebut sungguh-sungguh mampu menyatukan banyak orang dari berbagai negara. Selanjutnya, media ternama New York Post memublikasikan kabar mengejutkan ini pada hari Rabu. Mereka mendapat informasi akurat ini dari sumber terpercaya dekat pemimpin Amerika Serikat tersebut. Oleh karena itu, publik internasional langsung menyoroti manuver politik Donald Trump yang berani ini.
Menurut narasumber pakar, semua orang di seluruh dunia sangat menghormati tokoh sepak bola tersebut. Selain itu, Donald Trump mengakui kemampuan istimewa sang presiden dalam merangkul semua golongan masyarakat. Sebelumnya, pria berusia lima puluh enam tahun ini telah menjalin hubungan erat dengan pemimpin Amerika Serikat. Keduanya sering bertemu secara langsung selama pergelaran turnamen sepak bola dunia pada tahun ini. Tambahan pula, petinggi olahraga kelahiran Swiss ini selalu berupaya mendekati sang tokoh politik populer. Bahkan, dia menyerahkan penghargaan perdamaian khusus kepada politisi partai Republik tersebut pada tahun lalu. Akibatnya, kedekatan luar biasa ini memicu berbagai spekulasi mengenai masa depan organisasi global tersebut.
Sementara itu, Antonio Guterres segera mengakhiri masa jabatannya secara resmi pada bulan Desember mendatang. Pemimpin organisasi saat ini telah menjalankan tugas pentingnya selama dua periode secara berturut-turut. Oleh sebab itu, pencalonan Gianni Infantino Sekjen PBB mulai menjadi perbincangan hangat berbagai pihak. Pengganti Guterres nantinya akan menjabat selama lima tahun penuh mulai awal bulan Januari 2027. Namun, sang kandidat harus memperoleh dukungan mutlak dari Dewan Keamanan beranggotakan lima belas negara. Kemudian, salah satu anggota tetap berhak menggunakan hak veto untuk menjegal langkah calon tertentu. Setelah itu, Majelis Umum harus memberikan persetujuan akhir untuk meresmikan jabatan sang pemimpin baru.

Selama ini, Donald Trump selalu mengkritik kegagalan organisasi global dalam menyelesaikan berbagai konflik dunia. Sebagai alternatif, pemerintahannya membentuk sebuah dewan perdamaian baru yang memimpin upaya penyelesaian krisis internasional. Langkah strategis ini menciptakan spekulasi bahwa beliau mencari jalan keluar mandiri bagi stabilitas negaranya. Meskipun demikian, tokoh kontroversial tersebut berulang kali membantah semua rumor politik yang tidak berdasar. Semenjak kembali memimpin pada tahun lalu, dia memangkas drastis pendanaan negaranya untuk organisasi tersebut. Bahkan, pemerintahannya menarik keanggotaan negara dari berbagai lembaga kesehatan internasional secara sangat mengejutkan publik. Kesimpulannya, dukungan wacana Gianni Infantino Sekjen PBB mempertegas dominasi politik Amerika Serikat saat ini.










