LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'
Olahraga

Retak Hubungan Thomas Tuchel dan Timnas Inggris: Kritik Pedas Paul Scholes Usai Kegagalan di Piala Dunia

Oleh Cinta Isabell
22 Juli 2026
4 menit baca

Situasi kian memanas akibat pernyataan Tuchel pasca-pertandingan yang terkesan menyalahkan performa serta konsentrasi para pemain di lapangan ketimbang mengevaluasi kegagalan skema bertahan yang ia terapkan.

Retak Hubungan Thomas Tuchel dan Timnas Inggris: Kritik Pedas Paul Scholes Usai Kegagalan di Piala Dunia

Inggris ( PANTURATV.ID)* - Gelombang kritik tajam terus menerpa manajer asal Jerman, Thomas Tuchel, menyusul tersingkirnya Timnas Inggris di babak semifinal Piala Dunia saat berhadapan dengan Argentina. Kendati berhasil membawa armada The Three Lions mengukir raihan terbaik mereka di panggung dunia sejak edisi 1966, performa taktis serta komunikasi publik Tuchel pascamatch justru memicu kontroversi hangat di kalangan veteran sepak bola Inggris.

Salah satu suara paling vokal yang melayangkan kecaman adalah mantan gelandang legendaris Manchester United dan Timnas Inggris, Paul Scholes. Dalam penampilannya di kanal podcast The Good, The Bad and The Football yang dikutip via Express, Scholes menyuarakan keraguan mendalam mengenai kelayakan Tuchel untuk terus memimpin Inggris menuju gelaran Euro 2028.

images (16).jfif

Kekecewaan publik sebetulnya berawal dari keputusan taktis Tuchel di babak kedua laga semifinal tersebut, di mana strategi permainan Inggris dinilai terlalu defensif sehingga memberi angin segar bagi Argentina untuk mendominasi pertandingan. Namun, alih-alih meredam ketegangan, pernyataan pers yang disampaikan Tuchel pascapertandingan justru menyulut api baru.

Juru taktik berusia 52 tahun itu menampik tuduhan bahwa dirinya menginstruksikan para pemain untuk bertahan terlalu dalam. Secara mengejutkan, ia juga membawa-bawa narasi mengenai DNA sepak bola Inggris, sebuah argumen yang dinilai Scholes sangat tidak bijak.

Scholes menegaskan bahwa komentar yang dilontarkan Tuchel setelah pertandingan jauh lebih buruk daripada penampilan tim di lapangan. Tuchel berdalih bahwa cara bermain seperti itu bukanlah DNA sepak bola Inggris. Padahal, menurut Scholes, saat seseorang menerima pekerjaan sebagai pelatih kepala Inggris, ia secara otomatis sudah menjadi bagian mutlak dari DNA tersebut.

images (17).jfif

Lebih jauh, Scholes menilai Tuchel telah melanggar salah satu prinsip mendasar dan norma tak tertulis yang selalu dipegang teguh oleh para pelatih Timnas Inggris dari masa ke masa, yakni melindungi martabat skuad di hadapan media.

Menurut Scholes, pelatih-pelatih Inggris terdahulu selalu menyelesaikan masalah internal secara privat, seperti melakukan evaluasi taktis di balik pintu ruang ganti, sesi latihan, maupun rapat internal tim. Sementara itu, di depan awak media, seorang pelatih seharusnya pasang badan dan menjadi benteng pertahanan utama bagi para pemainnya.

Scholes menilai Tuchel malah mengambil pendekatan sebaliknya dengan melemparkan kesalahan kepada para pemain secara terbuka. Menurutnya, pola perilaku seperti ini bukanlah hal baru bagi sang pelatih.

images (18).jfif

Scholes menyebut bahwa Tuchel menyerang dan menyalahkan pemain secara berlebihan di depan umum, sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh manajer-manajer Inggris terdahulu.

Ia juga menambahkan bahwa Tuchel memiliki rekam jejak panjang melakukan hal ini di klub-klub yang pernah ditanganinya, yaitu menyalahkan skuadnya sendiri dan berselisih dengan jajaran direktur olahraga.

images (19).jfif

Pernyataan-pernyataan kontroversial Tuchel membuat Scholes berspekulasi bahwa sang manajer mungkin secara terselubung sedang mencari jalan keluar dari pekerjaannya, meskipun kontrak kerjanya bersama FA masih menyisakan masa bakti hingga Euro 2028 berakhir.

Scholes mempertanyakan apakah retorika keras Tuchel belakangan ini merupakan indikasi bahwa ia sengaja memancing pemecatan. Berdasarkan narasi yang dibangun Tuchel, Scholes merasa sang pelatih tampak seperti ingin meninggalkan jabatannya karena akan sangat sulit baginya untuk menarik kembali ucapan pedas yang telah terlontar ke publik.

Scholes juga menyoroti masa lalu Tuchel yang kerap diwarnai ketegangan di klub-klub elite Eropa. Masa jabatannya di Paris Saint-Germain, Borussia Dortmund, hingga Bayern Munchen selalu diwarnai konflik internal dengan manajemen maupun hierarki klub sebelum akhirnya berpisah.

images (20).jfif

Ketika ditanya mengenai sejauh mana tim hubungan masyarakat dari Federasi Sepak Bola Inggris perlu memberikan arahan agar Tuchel lebih berhati-hati dalam berbicara, Scholes meyakini bahwa juru taktik Jerman itu tidak akan terlalu peduli. Scholes merasa Tuchel sudah sangat berpengalaman menangani klub-klub raksasa dunia, sehingga tekanan media atau arahan tim PR bukanlah masalah besar baginya.

Pandangan Scholes turut diamini oleh sejawatnya, Nicky Butt. Mantan pemain Timnas Inggris tersebut menyoroti perlunya intervensi dari FA jika Tuchel memang berniat melanjutkan proyek jangka panjang bersama skuad Inggris. Selain masalah komunikasi publik, Butt secara khusus mengkritik keputusan taktis dan pemilihan pemain yang dilakukan Tuchel saat menghadapi Argentina di laga krusial semifinal.

Butt menilai ada pendekatan defensif yang keliru, di mana saat tim membutuhkan dorongan menyerang, Tuchel justru memasukkan lebih banyak pemain berkarakter bertahan. Keputusan susunan pemain tersebut membuat pilihan di lini serang menjadi sangat terbatas di saat-saat mendesak. Butt menilai nama-nama seperti Marcus Rashford dan Ollie Watkins seharusnya diberikan kesempatan bermain. Ia juga mempertanyakan nasib talenta muda kreatif seperti Cole Palmer dan Phil Foden yang hanya bisa menonton tanpa diberi kesempatan maksimal untuk membantu tim mengejar impian juara dunia.

Kini, di tengah gelombang keraguan dari para legenda sepak bola Inggris, masa depan Thomas Tuchel bersama The Three Lions menuju Euro 2028 menjadi tanda tanya besar yang menanti kepastian dari sikap resmi FA.

Tags

#Thomas Tuchel#timnas Inggris#Piala Dunia#Paul Scholes#Manchester United#Euro 2028#sepak bola Inggris#semifinal Argentina#kritik pelatih#DNA sepak bola#DNA sepak bola Inggris#kontroversi sepak bola#The Three Lions#strategi taktis#Timnas Inggris

Tentang Penulis

Cinta Isabell

Penulis

Belum ada bio untuk penulis ini.

55 artikel dipublikasikan

Berita Lainnya untuk Anda

Temukan berita menarik lainnya dari berbagai kategori