Semarang (PANTURATV.ID) - Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi kalangan anak-anak dan remaja. Meski demikian, kepemilikan akun pribadi bukanlah satu-satunya faktor yang perlu diwaspadai oleh para orang tua. Faktor usia ketika seorang anak pertama kali mengenal platform jejaring sosial ternyata memegang peranan yang sangat penting bagi kondisi psikologis mereka.
Sebuah riset ilmiah terbaru dari jurnal JAMA Network Open mengungkapkan bahwa remaja yang mulai berinteraksi dengan media sosial pada usia yang lebih muda menunjukkan tingkat kecemasan serta gejala depresi yang lebih tinggi. Penelitian yang dilakukan di Australia ini mengamati ratusan responden berusia 10 hingga 15 tahun beserta orang tua mereka. Hasil studi tersebut mencatat bahwa mayoritas remaja sudah mulai mengenal dunia maya sejak rata-rata berusia 11 tahun.
Peneliti menemukan bahwa usia pertama kali berinteraksi dengan platform digital berkolerasi sangat kuat dengan gangguan kesehatan mental. Menariknya, memiliki akun pribadi justru memiliki dampak yang relatif lebih lemah jika dibandingkan dengan usia awal pengenalan media sosial tersebut. Hal ini membuktikan bahwa menunda usia paparan pertama jauh lebih efektif untuk menjaga stabilitas emosional anak.
Temuan tersebut mendorong pentingnya langkah preventif dalam pola pengasuhan digital. Orang tua disarankan tidak hanya berfokus pada melarang pembuatan akun, tetapi juga membatasi atau menunda akses awal anak terhadap konten media sosial. Masa penundaan ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membekali anak dengan literasi digital, etika berinternet, serta kebiasaan bijak dalam menggunakan teknologi. Langkah tersebut penting agar ketika anak sudah cukup umur untuk mengakses media sosial, mereka memiliki ketahanan mental serta kesadaran yang baik.
Pengenalan media sosial pada usia yang terlalu dini dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental anak karena mereka belum memiliki kematangan emosional untuk menyaring arus informasi di dunia digital. Oleh karena itu, menunda paparan awal media sosial serta memberikan edukasi literasi digital secara bertahap merupakan langkah krusial yang wajib diterapkan oleh setiap orang tua demi melindungi masa depan dan mental anak.















