Semarang (PANTURATV.ID) Dokter saraf Priyam Bordoloi menjelaskan sebuah risiko fatal dari kebiasaan sepele ini. Leher manusia menyimpan arteri karotis dan arteri vertebralis sebagai saluran darah utama. Pembuluh penting ini berfungsi mengalirkan darah penuh oksigen menuju organ otak manusia. Gerakan memutar leher secara mendadak sanggup merobek lapisan dalam pembuluh arteri itu. Akibatnya, darah akan menggumpal pada area dinding pembuluh yang mengalami robekan tadi. Gumpalan darah ini berpotensi menyumbat kelancaran aliran darah menuju organ otak Anda. Kondisi berbahaya inilah yang secara langsung memicu serangan stroke pada usia muda.

Sebuah kasus nyata menimpa KayLynne Felthager selaku perempuan asal negara Amerika Serikat. Perempuan ini mendadak merasakan nyeri hebat setelah memutar lehernya sendiri hingga berbunyi. Ia juga mengalami kesulitan berbicara setelah berani melakukan aktivitas ringan yang membahayakan. Tenaga medis ahli mendiagnosis pasien ini mengidap stroke akibat bahaya membunyikan leher. Maka dari itu, para ahli kesehatan selalu mengingatkan masyarakat mengenai risiko ini. Anda wajib menangani tulang belakang dan pembuluh darah leher secara ekstra hati-hati. Anda pantang memutar area leher secara paksa hanya demi mengejar sensasi rileks. Dengan demikian, Anda berhasil menghindari ancaman bahaya membunyikan leher yang memicu stroke.

Anda harus segera mencari pertolongan medis jika menemukan sejumlah tanda peringatan stroke. Sebagai contoh, salah satu sisi wajah Anda tampak menurun ke arah bawah. Senyum muka Anda mungkin berubah menjadi tidak simetris secara amat sangat mendadak. Tangan Anda bisa mendadak merasakan rasa kebas yang sangat mengganggu aktivitas harian. Selain itu, cara bicara Anda menjadi cadel atau Anda kesulitan mengucapkan kata.












