Semarang (PANTURATV.ID) - Pengurus Pusat Persatuan Soft Tennis Indonesia telah menetapkan sasaran mereka untuk kompetisi Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Organisasi olahraga tingkat nasional ini memasang harapan yang sangat realistis demi menghindari tekanan berlebih. Mereka bertekad kuat membawa pulang dua keping medali perak dari ajang bergengsi di negara Jepang. Kompetisi multi-olahraga internasional ini akan bergulir mulai tanggal (19/9) hingga (4/10/2026) mendatang. Oleh sebab itu, pihak pengurus langsung mempersiapkan tujuh atlet andalan demi mengharumkan nama bangsa. Manajer Pelatnas Tim Soft Tennis Indonesia, Qamariah Ferly Montolalu, membagikan pandangannya mengenai peta persaingan. Ia menilai persaingan perebutan gelar juara pada tingkat benua Asia masih terasa cukup berat.
Meskipun demikian, ia tetap optimis kontingen tanah air mampu memenuhi harapan para pencinta olahraga. "Kalau melihat peta kekuatan (Asian Games), cukup berat buat kami," ujar Ferly memberikan keterangan.
Selanjutnya, Ferly mengonfirmasi bahwa target dua perak ini merujuk pada catatan prestasi masa lalu. Tim Soft Tennis Indonesia memang menorehkan sejarah positif pada ajang bergengsi edisi tahun 2018 lalu. Saat itu, kontingen tanah air sukses meraih satu medali perak dan dua perunggu sekaligus. Kemudian, para atlet kembali menyumbangkan satu medali perunggu pada kejuaraan edisi tahun 2022 lalu. Dengan demikian, pengurus merasa sangat yakin para atlet memiliki kapasitas mumpuni untuk kembali bersaing. Beberapa nomor pertandingan memiliki peluang kemenangan jauh lebih besar bagi para perwakilan bangsa kita. Nomor andalan tersebut mencakup kategori beregu putra, ganda campuran, serta kategori andalan tunggal putri.

Oleh karena itu, ketiga nomor kompetisi ini mendapat perhatian khusus selama masa pelatihan intensif. Ferly juga menyebutkan persaingan kompetisi kali ini terasa sangat ketat karena kehadiran negara kuat. Misalnya, negara seperti Korea Selatan, Jepang, dan China Taipei selalu mendominasi cabang olahraga ini. Sebagai akibatnya, atlet tanah air harus bekerja ekstra keras untuk sekadar menembus babak final.
Saat ini, pengurus resmi menerjunkan tujuh atlet yang meliputi lima pria dan dua wanita. Ketujuh pemain berbakat tersebut akan bertanding memperebutkan gelar pada lima nomor pertandingan yang berbeda. Mereka telah menjalani program pemusatan latihan nasional secara intensif sejak bulan Maret 2026 lalu. Selain itu, para pemain juga mendapatkan pengalaman bertanding melalui dua turnamen internasional bergengsi sebelumnya. Turnamen uji coba tersebut berlangsung langsung di Korea Selatan sebagai bagian dari pematangan strategi. Sayangnya, tidak ada lagi turnamen tambahan menjelang perhelatan akbar di negara Jepang tersebut nantinya. Akibatnya, tim pelatih hanya memfokuskan energi mereka pada program pelatihan internal di dalam negeri.
Pelatih utama skuad nasional, Gularso Mulyadi, tetap melihat peluang nyata untuk meraih medali emas. Ia sama sekali tidak menutup kemungkinan anak asuhnya bisa memberikan kejutan besar pada pertandingan. "Memang itu target realistis. Tetapi, bukan tidak mungkin juga kalau Tuhan menghendaki kita bisa dapat yang maksimal," tutur Mulyadi.
Lebih lanjut, Mulyadi mengungkapkan bahwa persiapan para pemain kini telah menyentuh angka 80 persen. Angka pencapaian ini membuktikan komitmen tinggi seluruh pihak dalam mengejar prestasi membanggakan tingkat internasional. Tim pelatih akan memanfaatkan sisa waktu luang untuk terus meningkatkan kemampuan fisik para pemain. Di samping itu, mereka juga memperbaiki mental bertanding agar para pemain tidak mudah panik. Kekuatan mental memegang peran krusial ketika atlet menghadapi lawan dari negara adidaya olahraga tenis.
Oleh karena itu, setiap sesi latihan selalu menyertakan simulasi pertandingan dengan tingkat tekanan tinggi. Dukungan penuh masyarakat tanah air tentu menjadi sumber motivasi tambahan bagi seluruh anggota kontingen. Pada akhirnya, perjuangan tanpa lelah ini sangat diharapkan mampu mengibarkan bendera kebanggaan di kancah Asia. Semua orang berdoa agar para atlet pulang membawa kebanggaan besar bagi negara tercinta kita.










