Semarang (PANTURATV.ID) - Anda pasti sering mendengar suara burung bernyanyi saat pagi hari tiba. Banyak orang merasa tenang saat mereka mendengarkan harmoni alam tersebut. Namun, peneliti baru saja merilis daftar kicauan burung terindah dan terburuk untuk telinga manusia. Para ahli mengamati bahwa tidak semua suara burung memiliki efek positif bagi pendengarnya. Beberapa jenis burung liar justru menghasilkan suara yang sangat bising bagi telinga. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui burung apa saja yang masuk daftar tersebut. Organ khusus bernama syrinx memengaruhi kualitas suara dari setiap spesies burung liar.
Organ ini berada pada dada burung dan berfungsi mengatur nada serta volume. Selanjutnya, otot kecil sekitar syrinx bekerja keras agar burung bisa bernyanyi. Lebih lanjut, peneliti dari University of Tübingen, Jerman, melakukan studi menarik tentang fenomena ini. Mereka memperdengarkan seratus dua puluh tiga rekaman suara burung kepada delapan puluh empat peserta. Setelah itu, para peserta memberikan nilai kenyamanan dari setiap suara tersebut menggunakan skala. Selain itu, hasil penelitian tersebut terbit secara resmi melalui jurnal bergengsi Frontiers in Bird Science.

Dengan demikian, publik bisa melihat langsung daftar kicauan burung terindah dan terburuk hasil riset tersebut. Burung Sikatan Hitam atau Turdus merula sukses menempati peringkat pertama sebagai burung paling merdu. Suara burung ini mampu membantu manusia memulihkan diri dari rasa stres dan kelelahan mental. Burung Willow Warbler dan Blackcap juga berhasil masuk dalam daftar lima burung paling merdu. Sebaliknya, ilmuwan memasukkan burung hantu lumbung dan angsa Mesir sebagai burung bersuara paling bising.
Sementara itu, peneliti juga menganalisis karakteristik akustik dari setiap rekaman suara burung. Mereka meneliti amplitudo, frekuensi, serta tingkat kompleksitas suara burung tersebut. Manusia ternyata sangat menyukai suara burung dengan tingkat kompleksitas yang cukup tinggi. Di samping itu, kita lebih menyukai suara berfrekuensi tinggi yang tidak terlalu bising. Suara kompleks pasti menawarkan variasi elemen nada yang jauh lebih kaya.
Terkait temuan ini, Dr Nadine Kalb memberikan sebuah penjelasan yang sangat singkat. "Kita mungkin secara naluriah lebih menyukai suara yang bervariasi dengan amplitudo dan frekuensi sedang karena suara-suara tersebut menandakan lingkungan yang aman, sehat, dan menenangkan di mana kita dapat bersantai," ungkap Dr Nadine Kalb.

Selanjutnya, bias pikiran manusia rupanya juga ikut memengaruhi penilaian mereka terhadap suara burung. Persepsi masyarakat terhadap spesies burung tertentu sering kali mengubah cara mereka mendengarkan suaranya. Meskipun demikian, sains telah memberikan panduan objektif tentang kualitas suara dari berbagai burung. Oleh sebab itu, Anda sekarang bisa memilih jenis burung peliharaan yang tepat untuk rumah Anda. Jika Anda memang mencari ketenangan, Anda tentu harus memelihara burung bersuara paling merdu.
Pada akhirnya, alam selalu memiliki cara unik untuk berkomunikasi dengan manusia melalui beragam media. Mendengarkan suara burung merdu tentu bisa menjadi sebuah terapi gratis untuk mengatasi stres harian. Sebagai kesimpulan, kita hanya perlu menjaga kelestarian burung liar agar terus bernyanyi bebas. Kelestarian habitat alami mereka sangat penting agar ekosistem bumi kita tetap berjalan seimbang.















