Semarang (PANTURATV.ID) - Lantai ubin putih ruang kelas SD Barunawati Kota Semarang tiba-tiba berubah menjadi panggung keceriaan anak-anak pesisir. Ratusan siswa tampak sangat antusias menyambut kehadiran para relawan muda pada hari itu. Selanjutnya, mereka mengikuti berbagai aktivitas menyenangkan yang memadukan unsur edukasi dan kreativitas tinggi. Kegiatan seru ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Jagat Literasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, para siswa tidak hanya duduk mendengarkan penjelasan guru di dalam kelas. Mereka justru bergerak aktif mengasah keterampilan tangan melalui bimbingan langsung para relawan berpengalaman.
Sementara itu, relawan dengan sabar mendampingi jemari mungil siswa merangkai berbagai macam komponen alat. Anak-anak tersebut merakit komponen kayu dan kabel dengan penuh semangat yang tidak pernah padam. Kemudian, mereka memasang baling-baling plastik berwarna biru untuk menciptakan sebuah kipas angin yang sederhana. Selain itu, kegiatan prakarya ini juga melatih tingkat fokus dan kerja sama antarsiswa secara berkelanjutan. Bahkan, guru SD Barunawati bernama Wagiyem menyoroti tingginya antusiasme murid-murid selama mengikuti kegiatan edukatif tersebut. "Tadi ada selingan permainan dan dongeng. Tadi murid-murid terlihat antusias," ujar Wagiyem mengutarakan rasa senangnya.

Di samping itu, Wagiyem benar-benar berharap kegiatan edukatif semacam ini bisa berlanjut pada masa mendatang. "Hanya ada saran, semoga bisa diadakan lagi tahun depan," ucap Wagiyem menyampaikan harapannya yang besar. Kehadiran para relawan ternyata berhasil menghapus rasa bosan yang sering melanda siswa saat belajar pelajaran. Akibatnya, suasana ruang kelas menjadi sangat hidup dan penuh dengan tawa riang anak-anak pesisir Semarang. Selanjutnya, dampak positif juga langsung terasa oleh seluruh peserta yang mengikuti rangkaian acara merakit tersebut. Salah satu siswa berusia dua belas tahun bernama Mahesa membagikan pengalamannya yang paling berkesan hari itu.
Menurut Mahesa, seluruh rangkaian kegiatan hari itu sangat menarik dan sama sekali tidak cepat membosankan. Kemudian, Mahesa mengakui bahwa sesi merakit kipas angin menjadi momen yang paling ia ingat selalu. Dengan demikian, kegiatan interaktif mampu menanamkan memori positif dalam proses belajar anak-anak di daerah pesisir. Lebih lanjut, Program Jagat Literasi telah membuktikan bahwa pendidikan tidak melulu soal teori akademis semata. Anak-anak pesisir membutuhkan ruang berekspresi untuk mengembangkan semua minat dan bakat mereka sejak usia dini. Pada akhirnya, senyum bahagia siswa SD Barunawati menjadi bukti nyata keberhasilan pendekatan metode belajar inovatif ini.












