Inggris (PANTURATV.ID) - Arsenal sukses memperagakan mentalitas pemenang dalam lanjutan pekan ketiga kompetisi EPL 2026/2027. Bertanding di hadapan publik sendiri di Emirates Stadium, armada The Gunners berhasil bangkit membalikkan keadaan atas rival sekota mereka setelah sempat tertinggal di awal laga.
Atmosfer pertandingan derby ini berlangsung sangat sengit sejak awal. Publik tuan rumah sempat dibungkam ketika laga baru berjalan sekitar dua menit akibat gol kilat yang dilesakkan oleh penyerang Chelsea, Morgan Rogers. Meski berada dalam posisi tertinggal, Arsenal tidak tinggal diam. Tuan rumah langsung melancarkan gelombang serangan bertubi-tubi hingga akhirnya berhasil mengunci kemenangan dengan skor akhir 2-1 untuk mengamankan tiga poin krusial.
Performa para penggawa Arsenal pada laga derby ini diwarnai oleh berbagai kontribusi penting dari lini belakang hingga lini depan.

Di bawah mistar gawang, David Raya memang kesulitan membendung tembakan voli berkualitas dari Rogers pada fase awal pertandingan. Namun, penampilannya relatif stabil saat mengamankan berbagai peluang lanjutan. Aksi paling impresif yang diperagakan penjaga gawang Spanyol tersebut terjadi di menit-menit akhir babak kedua ketika ia menggagalkan peluang emas dari Estevao.
Pada barisan pertahanan, Ben White tampil cukup rapi dalam mengalirkan bola, walau kontribusinya saat membantu penyerangan maupun saat bertahan tergolong biasa saja. Di jantung pertahanan, Gabriel Magalhaes menyajikan permainan defensif yang efektif untuk menghalau bahaya dari tim tamu. Sementara itu, Ezri Konsa yang melakoni debutnya sebagai starter tampil sangat kokoh. Konsa mendominasi perebutan bola serta memenangi banyak duel udara maupun darat pada interval awal. Di sisi kiri, Riccardo Calafiori tampil sangat menjanjikan lewat pergerakan overlap dari dalam serta ancaman konsisten yang ia ciptakan lewat skema bola mati.

Beralih ke lini tengah, Myles Lewis-Skelly mencatatkan beberapa catatan perbaikan seperti tembakan yang melebar serta kehilangan penguasaan bola di area rawan, namun ia tetap memperlihatkan daya juang tinggi. Declan Rice tampil cukup solid sebagai penyeimbang permainan, baik sewaktu memutus alur serangan lawan maupun saat menginisiasi penguasaan bola. Kapten tim, Martin Odegaard, menjadi bintang lapangan setelah melesakkan gol kemenangan lewat penyelesaian akhir yang dingin, disempurnakan dengan visi pengumpan yang sangat matang dari bola hidup maupun situasi bola mati.
Sektor penyerangan tuan rumah juga tampil sangat berbahaya. Bukayo Saka terus-menerus meneror pertahanan Chelsea lewat situasi bola mati dan beberapa kali memancing pelanggaran di area krusial. Kai Havertz sempat membuang peluang awal, namun ia langsung menebusnya lewat gol aksi individu yang menawan. Havertz juga membidani proses gol kemenangan yang dicetak Odegaard. Di sisi lain, Christos Tzolis yang menyisir sayap kiri menjadi opsi utama dalam skema serangan balik cepat untuk keluar dari tekanan lawan.
Peran para pemain pengganti juga turut mengamankan hasil akhir. Martin Zubimendi yang masuk pada pertengahan babak kedua langsung memberikan kesegaran lewat distribusi bola yang presisi serta ancaman tembakan jarak jauh. Piero Hincapie bermain aman di lini belakang tanpa mengambil risiko berlebih saat tim sedang memimpin. Mikel Merino sukses menjaga kedalaman serta kerapian lini tengah hingga laga bubar, sedangkan Viktor Gyokeres dan Noni Madueke tidak memiliki banyak waktu maupun ruang untuk memberikan dampak berarti karena tim lebih memfokuskan taktik pada penjagaan keunggulan.














