Semarang (PANTURATV.ID) - Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap persebaran abu vulkanik di berbagai area Indonesia yang dipicu oleh aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Selain menjadi ancaman serius bagi sistem pernapasan, material erupsi ini juga menyimpan potensi bahaya yang sangat tinggi terhadap organ penglihatan.
Epidemiolog yang berasal dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, memberikan penjelasan terperinci mengenai dampak buruk paparan material vulkanik bagi fisik manusia. Beliau menegaskan bahwa karakteristik abu hasil erupsi gunung berapi jauh berbeda jika dibandingkan dengan debu atau abu biasa pada umumnya. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan zat silika yang strukturnya menyerupai serpihan kaca tajam sehingga berpotensi besar merusak jaringan tubuh yang terpapar langsung, seperti area mata, saluran pernapasan, mulut, hingga permukaan kulit.
Ketika mengenai organ penglihatan, material tajam ini dapat memicu timbulnya mata merah, rasa perih yang intens, produksi air mata berlebih, hingga kepekaan tinggi terhadap cahaya. Pada tingkat yang lebih parah, serpihan mikro tersebut sanggup memicu goresan luka pada permukaan kornea. Efek lanjutan yang perlu diwaspadai adalah timbulnya konjungtivitis atau peradangan pada membran mata yang memunculkan sensasi panas terbakar serta rasa tidak nyaman saat terpapar sinar matahari.
Untuk meminimalkan potensi cedera dan mengatasi paparan abu vulkanik pada mata, berikut adalah rangkaian panduan serta langkah antisipasi yang dapat diterapkan:
- Mengurangi Kegiatan Fisik yang Berat

- Memanfaatkan Air Saat Membersihkan Lingkungan
- Memakai Pelindung Mata yang Tepat

- Menghentikan Pemakaian Lensa Kontak
- Menghindari Kebiasaan Menengadah ke Udara

- Dilarang Mengucek atau Menggosok Area Mata
Rangkaian langkah pencegahan di atas sangat penting untuk dipahami dan diterapkan secara disiplin. Apabila setelah melakukan pertolongan pertama kondisi mata tetap memerah, terasa sangat sakit, atau mengalami penurunan kualitas penglihatan, segeralah berkonsultasi dan memeriksakan diri ke dokter spesialis mata.













