Semarang (PANTURATV.ID) - Biji chia telah digunakan sebagai bahan makanan utama oleh peradaban kuno Maya dan Aztec di wilayah Amerika Tengah sejak ribuan tahun yang lalu. Bahan pangan berukuran kecil ini ternyata menyimpan kandungan nutrisi yang sangat kaya dan memberikan beragam dampak positif bagi kesehatan tubuh manusia.
Berdasarkan penjelasan dari ahli gizi terdaftar Carrie Gabriel, dua sendok makan biji chia menyimpan energi sekitar 130 kalori. Di dalam porsi tersebut, terdapat kandungan serat sebesar 10 gram, protein sebanyak lima gram, serta lemak sebanyak sembilan gram. Pendiri platform kesehatan The Homecooking Dietitian tersebut juga menjelaskan bahwa biji chia dilengkapi dengan berbagai zat gizi mikro penting, seperti kalsium, magnesium, dan beraneka senyawa antioksidan.

Kombinasi lemak sehat dan serat yang ada di dalam biji chia memegang peranan penting dalam menjaga fungsi jantung. Komponen lemak pada biji chia didominasi oleh asam alfa-linolenat, yang merupakan jenis asam lemak omega-3 berbasis tumbuhan. Asam lemak ini berkhasiat membantu memelihara kesehatan jantung melalui mekanisme pengaturan kadar kolesterol, penurunan tekanan darah, serta penekanan proses peradangan di dalam tubuh.
Asam alfa-linolenat beserta nutrisi lainnya dalam biji chia juga mendukung kerja dan kesehatan otak. Antioksidan di dalamnya berfungsi melindungi sel-sel otak dari kerusakan akibat stres oksidatif. Sementara itu, kandungan magnesium berperan penting dalam proses transmisi sinyal saraf yang mengendalikan irama detak jantung dan sistem pernapasan. Selain itu, jenis serat larut yang dimiliki biji chia mampu mengikat kolesterol di dalam organ pencernaan sehingga kolesterol dapat dibuang dari tubuh dan tidak terserap ke dalam pembuluh darah.
Ahli gizi dari JTA Wellness, Kat Garcia-Benson, menambahkan bahwa serat pada biji chia memiliki kemampuan unik untuk membentuk tekstur gel saat terpapar cairan. Sifat ini membantu mengikat air di dalam saluran cerna, menambah volume kotoran, dan memperlancar buang air besar. Serat tersebut sekaligus menjadi sumber nutrisi bagi populasi bakteri baik di usus agar dapat tumbuh dengan optimal demi mendukung kesehatan secara keseluruhan.

Dalam hal penyajian, biji chia sangat fleksibel untuk diolah menjadi berbagai makanan maupun minuman. Meski tidak wajib direndam terlebih dahulu, Garcia-Benson tidak menyarankan untuk mengonsumsi biji chia kering secara langsung kemudian baru meminum air. Hal ini disebabkan oleh sifat biji chia yang mengembang dengan sangat cepat saat terkena cairan, sehingga dapat berisiko bagi orang yang memiliki gangguan menelan.
Sebagai variasi konsumsi harian, Garcia-Benson sering mencampurkan biji chia ke dalam air putih, smoothie, yogurt, minuman matcha, atau sajian oatmeal pada sore hari. Sementara itu, Carrie Gabriel lebih menyukai olahan puding chia. Cara membuatnya cukup sederhana, yaitu dengan merendam dua hingga tiga sendok makan biji chia ke dalam secangkir susu selama semalaman di dalam lemari es, lalu disajikan dengan tambahan buah beri, sirup, dan bubuk kakao keesokan harinya.














