Semarang (PANTURATV.ID) – Suasana penuh antusias dan keseriusan terlihat jelas di lingkungan RW 7, Kelurahan Purwoyoso, pada Senin, 13 Juli 2026. Puluhan anak-anak dan remaja, mulai dari jenjang TK hingga SMA, berkumpul untuk mengikuti kegiatan edukasi pencegahan pelecehan gender yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN PPM XXVIII Universitas Semarang (USM). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun ruang aman bagi generasi muda di tingkat lingkungan terkecil.
Dalam sesi diskusi yang interaktif, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa pelecehan gender bukanlah persoalan ketertarikan semata, melainkan manifestasi dari penyalahgunaan kekuasaan yang dapat menimpa siapa saja tanpa memandang latar belakang. Peserta diajak untuk mengenali berbagai bentuk pelecehan yang sering kali tidak disadari, mulai dari pelecehan verbal seperti cat calling atau komentar tidak sopan mengenai fisik, pelecehan fisik, hingga ancaman pelecehan di ruang digital melalui media sosial.
"AYOO!! BERANI BERSUARA, BERANI MELAPOR!" menjadi jargon dan semangat utama yang digaungkan selama acara berlangsung. Jargon ini dipilih untuk membangkitkan keberanian anak-anak dan remaja agar tidak lagi merasa takut atau malu dalam menghadapi perlakuan yang tidak nyaman. Mahasiswa memberikan panduan praktis berupa tiga langkah sederhana: kenali tindakan tidak sopan, tolak dengan tegas, dan laporkan kepada orang tua atau guru.
Zahratul Karomah, perwakilan mahasiswa KKN PPM XXVIII USM, menegaskan bahwa menjadi korban bukanlah sebuah aib dan bukan merupakan kesalahan korban.
"Setiap individu berhak atas rasa aman, dan berani bicara adalah langkah awal yang paling krusial untuk melawan segala bentuk pelecehan," ujarnya di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan bahwa menormalisasi perilaku pelecehan sebagai "hanya bercanda" adalah salah satu akar masalah yang harus diputus bersama.
Kegiatan ini disambut hangat oleh warga RW 7 Purwoyoso.
Melalui edukasi ini, diharapkan warga, khususnya generasi muda, dapat lebih peka terhadap batasan diri dan berani bertindak demi menciptakan lingkungan yang saling menghormati. Langkah kecil dari kegiatan KKN PPM XXVIII USM ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas agar tidak lagi membiarkan tindakan pelecehan terjadi di sekitar mereka.














