Amerika Serikat (PANTURATV.ID) - Impian tim nasional Prancis untuk melangkah ke partai puncak Piala Dunia 2026 harus kandas dengan cara yang menyakitkan. Tampil dominan dan meyakinkan sejak babak penyisihan grup, langkah Les Bleus dihentikan oleh Spanyol di babak semifinal. Bertanding di Stadion Dallas, Texas, skuad asuhan Didier Deschamps dipaksa menyerah dengan skor telak 0-2. Kekalahan ini terasa kian getir karena sepanjang jalannya pertandingan, Prancis benar-benar terkurung dan tidak mampu keluar dari dominasi permainan taktis yang diperagakan oleh Tim Matador.
Gelandang serang Prancis, Rayan Cherki, tidak memungkiri bahwa performa timnya berada di bawah standar saat menghadapi kekuatan Spanyol. Pemain yang kini merumput bersama Manchester City tersebut secara terbuka mengakui keunggulan lawan. Menurutnya, Spanyol tidak hanya unggul dari segi kualitas permainan, melainkan juga menunjukkan motivasi dan ambisi yang jauh lebih besar untuk mengamankan tiket ke babak final.

Kekalahan ini meninggalkan kekecewaan yang mendalam bagi Cherki. Ia merasa frustrasi karena meyakini Prancis sebenarnya memiliki komposisi skuad yang lebih berkualitas. Namun pada kenyataasinya, Spanyol mampu tampil jauh lebih kolektif dan efektif di atas lapangan hijau. Skuad Les Bleus dinilai gagal mengimbangi permainan lawan, baik secara teknis, taktis, maupun dari segi mentalitas bertanding yang agresif.
Lebih lanjut, Cherki mengungkapkan bahwa seluruh strategi dan rencana permainan yang telah dipersiapkan oleh tim pelatih Prancis sama sekali tidak berjalan di lapangan. Banyak celah dan elemen penting yang mendadak hilang dari pola permainan mereka. Kegagalan sistemis ini membuat Prancis kehilangan jati diri permainan mereka sepanjang sembilan puluh menit laga berjalan. Meski terpukul, Cherki menegaskan bahwa momentum ini akan menjadi bahan evaluasi besar bagi generasi sepak bola Prancis agar dapat tampil lebih matang dan menebus kesalahan ini pada gelaran Piala Dunia empat tahun yang akan datang.











