LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'
Gaya Hidup

Penggunaan Empeng Berlebihan Memengaruhi Perkembangan Rahang Anak

Oleh Azizah Nafiu
9 September 2026
2 menit baca

Tekanan konstan dari empeng menyebabkan lengkung rahang atas menyempit, gigi maju, dan gangguan bicara. Para orang tua disarankan membatasi empeng hingga usia 2 tahun.

Penggunaan Empeng Berlebihan Memengaruhi Perkembangan Rahang Anak

Semarang (PANTURATV.ID) - Orang tua kerap memberikan empeng sebagai alat ampuh untuk menenangkan bayi yang sedang rewel. Namun, kebiasaan sederhana ini memunculkan konsekuensi jangka panjang terhadap kesehatan rongga mulut anak. Banyak dokter gigi anak mengingatkan bahwa dampak empeng terhadap rahang anak dapat mengubah bentuk tulang wajah secara permanen. Oleh karena itu, para ibu dan ayah wajib membatasi penggunaan dot tersebut sejak usia dini. Ketika bayi mengisap empeng, tekanan konstan dari karet akan menekan langit-langit mulut secara berulang.

Akibatnya, lengkung rahang atas dapat menyempit dan mendorong posisi gigi depan semakin maju ke depan. Kondisi ini memicu munculnya masalah gigitan silang atau gigitan terbuka pada masa pertumbuhan balita. Selain itu, susunan gigi yang tidak teratur membuat anak kesulitan mengunyah makanan dengan sempurna. Dokter spesialis kedokteran gigi anak menegaskan pentingnya pengawasan ketat dari orang tua di rumah.

"Penggunaan empeng melebihi usia dua tahun memicu pergeseran rahang yang membutuhkan perawatan ortodonti yang rumit," ujar drg. Anisa.
Bahkan, otot-otot di sekitar pipi dan bibir turut mengalami perubahan fungsi karena tekanan berlebih. Oleh sebab itu, anak yang terbiasa menggunakan empeng sering kali kesulitan memproduksi suara atau kata tertentu.

empeng-bayi-2.jpg

Gangguan bicara ini tentu mengganggu proses komunikasi anak ketika memasuki usia sekolah pra-sekolah. Selanjutnya, dokter menyarankan agar orang tua mulai menghentikan kebiasaan mengisap empeng secara bertahap. Orang tua dapat mengganti empeng dengan memberikan mainan gigit atau membawa anak beraktivitas seru.

Dengan demikian, perhatian anak akan teralih dari keinginan untuk terus mengisap karet penenang tersebut. Sebaliknya, pembiaran kebiasaan buruk ini justru akan memperparah dampak empeng terhadap rahang anak seiring berjalannya waktu. Penanganan sejak dini dapat mencegah kerusakan struktur tulang dan memperlancar pertumbuhan gigi yang sehat. Akhirnya, pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali tetap menjadi langkah pencegahan terbaik. Orang tua yang tanggap akan membantu anak memiliki senyuman indah dan rahang yang tumbuh proporsional.

Meskipun proses menyapih empeng membutuhkan kesabaran ekstra, komitmen orang tua sangat menentukan keberhasilan langkah ini. Orang tua harus memberikan pujian atau hadiah kecil setiap kali anak berhasil melewati hari tanpa empeng. Dukungan emosional yang kuat dari keluarga membantu balita merasa aman tanpa perlu mengisap empeng penenang. Sebaliknya, orang tua sebaiknya tidak memberikan hukuman saat anak merasa cemas dan meminta empeng kembali. Komunikasi yang lembut dan edukasi sederhana akan menyadarkan anak tentang pentingnya menjaga kesehatan mulut mereka.

Tags

#empeng berlebihan anak#perkembangan rahang anak#kesehatan gigi anak#dokter gigi anak Semarang#gigitan silang anak#ortodonti anak#kesehatan rongga mulut anak#tumbuh kembang balita#panduan parenting Jawa Tengah#pencegahan masalah gigi anak#empeng bayi#dokter gigi Semarang#perkembangan bicara anak#tips parenting kesehatan#orthodonti anak#Jawa Tengah

Tentang Penulis

Azizah Nafiu

Penulis

Azizah adalah jurnalis di PanturaTV yang menulis seputar olahraga/gaya hidup/berita nasional. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat dan mudah dipahami pembaca dari berbagai kalangan.

195 artikel dipublikasikan

Berita Lainnya untuk Anda

Temukan berita menarik lainnya dari berbagai kategori