Semarang (PANTURATV.ID) - Banyak orang mengira bahwa yogurt yang paling baik untuk kesehatan jantung adalah varian yang bebas atau rendah lemak. Namun, pandangan ini ternyata kurang tepat. Seorang ahli diet terintegrasi bernama Caitlin Beale mengungkapkan bahwa fokus utama dalam memilih yogurt untuk menunjang kesehatan jantung bukanlah pada persentase lemak semata, melainkan pada beberapa kriteria nutrisi penting lainnya.
Hal paling mendasar yang wajib diperhatikan saat membeli yogurt adalah kandungan gula tambahan. Yogurt tawar atau plain yogurt menjadi pilihan yang sangat direkomendasikan karena umumnya tidak mengandung gula tambahan. Sebaliknya, yogurt dengan rasa buah atau varian berasa manis kerap kali mengandung gula tambahan yang cukup tinggi. Asupan gula tambahan berlebih telah terbukti dalam berbagai studi berkaitan erat dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Jika menginginkan sensasi manis yang alami, konsumen disarankan memilih yogurt tawar lalu menambahkannya dengan potongan buah segar. Langkah ini tidak hanya memberikan rasa manis alami tetapi juga menambah asupan serat serta berbagai nutrisi penting bagi tubuh.
Selain membatasi gula, kadar protein dan probiotik juga menjadi indikator utama. Jenis yogurt seperti Greek yogurt atau skyr sangat dianjurkan karena proses pembuatannya melibatkan penyaringan cairan yang menghasilkan kadar protein lebih tinggi dibanding yogurt biasa. Kandungan protein yang tinggi bermanfaat untuk memberikan rasa kenyang lebih lama, membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, serta mendukung pengelolaan berat badan ideal. Kedua faktor tersebut memegang peranan kunci dalam memelihara fungsi sistem kardiovaskular.
Di sisi lain, kandungan probiotik atau bakteri baik hasil fermentasi dalam yogurt juga memberi dampak positif bagi organ pencernaan. Beberapa riset yang dirujuk oleh Beale menunjukkan bahwa konsumsi yogurt yang kaya akan probiotik secara rutin berpotensi membantu menurunkan kadar kolesterol pada individu dengan riwayat kolesterol tinggi.
Mengenai lemak, masyarakat tidak perlu terlalu khawatir untuk mengonsumsi yogurt tinggi lemak (full cream). Walaupun yogurt rendah lemak mengandung lebih sedikit lemak jenuh, hubungan antara produk olahan susu dan kesehatan organ jantung ternyata jauh lebih kompleks. Penelitian terbaru pada tahun 2025 menunjukkan bahwa konsumsi produk olahan susu, termasuk varian tinggi lemak, tidak terbukti meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Dengan demikian, konsumen tetap bisa menikmati yogurt tinggi lemak selama produk tersebut rendah gula dan kaya akan protein serta probiotik.
Pemilihan yogurt untuk menunjang kesehatan jantung tidak sepatutnya berfokus hanya pada kadar lemak, melainkan harus memprioritaskan pembatasan gula tambahan serta pemenuhan asupan protein dan probiotik yang cukup.















