Minahasa Tenggara (PANTURATV.ID) - Kabupaten Minahasa Tenggara sangat terkenal sebagai daerah penghasil buah salak berkualitas tinggi. Petani lokal di Desa Pangu rutin menjual hasil panen mereka ke berbagai pasar tradisional. Bahkan, para petani sukses mengirim komoditas buah manis ini hingga ke luar negeri. Profesi petani salak memang telah lama menjadi mata pencaharian utama bagi seluruh masyarakat setempat. Oleh karena itu, wilayah pegunungan ini memiliki hamparan area perkebunan yang sangat luas. Lahan subur tersebut terbentang indah melintasi area Pangu Induk, Pangu Satu, dan Pangu Dua. Keindahan alam dan potensi inilah yang mendorong pemerintah daerah untuk terus mengembangkan sektor pariwisata. Saat ini, pesona agrowisata salak Desa Pangu berhasil memikat banyak sekali wisatawan domestik.
Selanjutnya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat secara aktif mempromosikan destinasi unggulan ini. Para pelancong dapat melakukan berbagai aktivitas menarik selama mengunjungi kawasan perkebunan tersebut. Wisatawan bisa memetik buah salak segar langsung dari dahan pohon di area perkebunan. Selain itu, pengunjung juga berkesempatan mempelajari budaya pertanian langsung dari para petani lokal. Pengalaman interaktif ini tentu menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang merindukan suasana pedesaan. Kemudian, traveler dapat menikmati udara pegunungan sejuk sambil memandang panorama hijau yang memanjakan mata.

Mereka juga bisa mencicipi berbagai inovasi produk olahan khas desa seperti dodol salak. "Kami berharap destinasi agrowisata ini mampu mengangkat perekonomian warga melalui pemberdayaan potensi lokal secara maksimal," ujar perwakilan Dinas Pariwisata Minahasa Tenggara. Dengan demikian, kunjungan wisata ini memberikan manfaat ganda bagi pengunjung maupun warga desa.
Di samping itu, ketersediaan buah segar di kawasan perkebunan ini selalu melimpah ruah. Pohon salak lokal memang sangat terkenal memiliki masa pertumbuhan yang relatif cukup cepat. Tanaman ini biasanya mulai menghasilkan buah lebat saat memasuki usia tiga hingga empat tahun. Oleh sebab itu, proses pemanenan buah dapat berlangsung sebanyak dua kali dalam satu bulan. Setiap kali panen, satu hektare lahan mampu menghasilkan hingga seribu kilogram buah berkualitas. Tambahan pula, pengunjung agrowisata salak Desa Pangu dapat menemukan dua varietas buah berbeda.
Jenis pertama memiliki bentuk bulat dengan warna kulit sedikit kehitaman ketika sudah matang sempurna. Varian ini menawarkan tekstur renyah dengan dominasi rasa manis yang sangat memanjakan lidah penikmatnya. Sebaliknya, jenis kedua memiliki bentuk lonjong kemerahan dengan sensasi rasa asam yang lebih kuat.












