Jepang (PANTURATV.ID) Badan Antariksa Jepang JAXA kini menyiapkan proyek eksplorasi luar angkasa paling ambisius. Para ilmuwan merancang misi sampel Phobos Jepang guna mengambil material murni dari satelit Mars. Selain itu, proyek ini melibatkan kerja sama internasional bersama badan antariksa Amerika dan Eropa. Misi luar angkasa tersebut membawa teknologi canggih untuk memetakan seluruh wilayah permukaan Phobos. Para peneliti mengarahkan peluncuran wahana Martian Moons eXploration dari pusat antariksa Tanegashima.
Tim teknisi menghadapi tantangan teknis yang amat besar selama pembuatan kaki pendarat wahana. Sebab, gravitasi Phobos yang sangat lemah dapat memicu wahana terpental saat menyentuh permukaan. Oleh karena itu, insinyur merancang sistem peredam khusus demi menjamin kestabilan pendaratan di Phobos. Robot penjelajah khusus akan bergerak aktif mengumpulkan sedikitnya sepuluh gram sampel batuan berharga. Peneliti menargetkan pengembalian kapsul membawa sampel penting tersebut tiba di Bumi pada 2031.

Komunitas astronomi internasional menantikan data baru untuk mengungkap misteri pembentukan planet berbatu. Namun, para ilmuwan masih memperdebatkan dua hipotesis utama mengenai asal-usul kedua bulan Mars. Hipotesis pertama menyebut Phobos berasal dari puing tabrakan raksasa pada masa purba Mars. Teori kedua justru menduga gravitasi Mars berhasil menangkap asteroid dari luar Tata Surya. Pengujian sampel laboratorium secara langsung akan menjawab perdebatan ilmiah yang sudah berlangsung lama.
Selain itu, hasil analisis material sampel juga bakal mengungkap proses pengangkutan air antariksa. Peneliti meyakini molekul organik dari luar Tata Surya memicu kemunculan awal kehidupan Bumi. Jepang juga berencana memanfaatkan Phobos sebagai stasiun pangkalan alami bagi eksplorasi manusia. Pelaksanaan misi sampel Phobos Jepang memperkuat posisi Asia dalam kancah riset antariksa dunia. Dengan demikian, keberhasilan misi sampel Phobos Jepang menandai lompatan besar ilmu pengetahuan modern.














