Matmata (PANTURATV.ID) - Di wilayah pegunungan kering Matmata, Tunisia, terdapat gaya hidup pemukiman unik yang dibangun di dalam perut bumi. Masyarakat suku Berber setempat telah berabad-abad tinggal di dalam rumah-rumah troglodit, yaitu hunian yang dipahat melingkar ke dalam tanah. Konsep hunian bawah tanah ini lahir dari adaptasi alami terhadap cuaca ekstrem Sahara yang sangat menyengat di siang hari.
Setiap hunian troglodit dibangun dengan menggali lubang besar berdiameter belasan meter sebagai halaman tengah terbuka. Dari dinding lubang utama tersebut, warga kemudian memahat lorong-lorong yang difungsikan sebagai kamar tidur, dapur, dan ruang keluarga. Desain isolasi tanah yang tebal membuat suhu di dalam rumah senantiasa stabil di kisaran 20 derajat Celsius sepanjang tahun.
Pola hidup masyarakat Matmata sangat bertumpu pada kebersamaan dan keterbukaan antar anggota keluarga besar. Halaman tengah yang berada di dasar lubang menjadi pusat kegiatan harian, mulai dari memasak roti tradisional hingga menenun kain. Pencahayaan alami tetap masuk dengan optimal dari lubang bagian atas tanpa membawa masuk hawa panas yang membakar.
Gaya hidup bertahan hidup di lahan krisis air juga membentuk kebiasaan hemat sumber daya yang sangat disiplin. Warga memanfaatkan ceruk-ceruk tanah untuk menampung embun dan air hujan langka yang mengalir dari permukaan atas. Sistem drainase tradisional terintegrasi dengan baik di bawah struktur rumah tanah untuk mencegah genangan air saat hujan turun sesekali.
Meski modernisasi mulai merambah kawasan Afrika Utara, sebagian warga Matmata tetap memilih mempertahankan rumah bawah tanah mereka. Tinggal di dalam bumi dianggap memberikan ketenangan, keamanan, dan kehangatan hubungan kekeluargaan yang sulit didapat dari bangunan modern. Tradisi troglodit ini menjadi bukti nyata bagaimana manusia mampu beradaptasi harmonis dengan alam sekitar.















